BETANEWS.ID, PATI – Akun Instagram Bupati Pati, Sudewo ramai diserbu netizen usai kericuhan pembubaran paksa posko penggalangan donasi untuk demo tolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) pada Selasa (5/8/2025) kemarin.
Dilihat pada Rabu (6/8/2025) pada pukul 12.30 WIB, postingan terakhir yang diupload sekitar sekitar 17 jam lalu itu diserbu ribuan netizen. Postingan soal pendataan ulang program bansos dan PBIJK itu, ramai mendapatkan komentar netizen.
Baca Juga: Usai Donasi Disita Satpol PP Pati, Posko Penggalangan Donasi Demo Justru Makin Dibanjiri Warga
Namun, mayoritas netizen tidak memberikan respon soal pendataan ulang bansos itu. Justru mereka menyoal terkait dengan kebijakan kenaikan tarif PBB-P2 hingga 250 oleh Bupati Pati Sudewo.
Bukan hanya itu, netizen juga merespon terkait ucapan Sudewo yang dinilai menantang masyarakat terkait rencana demo pada 13 Agustus 2025 mendatang. Di mana, beberapa waktu lalu sempat melontarkan pernyataan bahwa dirinya tidak akan mundur selangkahpun meskipun yang demo nanti sebanyak 50 ribu orang.
“50.000 saya tidak akan gentar,,,nembe kardus sing mudun wis kemringet😂” tulis akun wahyu_n_yasin.
“Gayanya menantang rakyat 50.000….Baru parkir pake kardus air, bingung mau apa…@official.kpk. Anda bisa lihat ini pak” tulis akun andyecex.
“Anda yg menantang, sekarang sudah begini apa tanggungjawabnya? Anda sengaja membentrokkan polisi dengan masyarakat? Anda sengaja membentrokkan PP dengan masyarakat? Supaya bangsa ini terus huru hara , bukannya meredam keadaan, anda malah menambah panas keadaan” tulis akun zandello.id.
Hingga berita ini ditayangkan, sudah ada sebanyak 3.881 komentar di postingan terakhir akun milik Sudewo tersebut.
Diberitakan sebelumnya, posko penggalangan donasi untuk aksi demo menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang berada di depan Kantor Bupati Pati dibubarkan paksa oleh petugas Satpol PP.
Namun warga yang berada di posko tersebut menolak untuk dibubarkan. Hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga ricuh.
Awalnya, petugas Satpol PP Pati mendatangi posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di pojok depan Kantor Bupati Pati, yakni di bawah proyek videotron pada Selasa (5/8/2025).
Saat itu, petugas sempat berdialog dengan warga, namun tidak ada titik temu. Akhirnya, petugas membawa hasil donasi yang dikumpulkan warga. Mendapati hal itu, warga kesal dan menduduki truk Satpol PP.
Warga juga berusaha merebut kembali barang-barang hasil donasi yang sudah mereka kumpulkan. Mereka pun sempat melempar kardus ke jalan.
Warga akhirnya terlibat adu mulut dengan petugas dan terlihat Plt Sekda Pati, Riyoso. Karena suasana semakin memanas, petugas kemudian menarik Riyoso kembali ke Kantor Bupati Pati.
Koordinator Warga, Supriyono mengaku kecewa dengan Pemerintah Kabupaten Pati karena menertibkan dan menyita donasi yang telah dikumpulkan sejak 1 Agustus 2025. Menurutnya, pihaknya telah memberi tahu surat pemberitahuan tentang kegiatan tersebut kepada kepolisian dan Bupati Pati.
“Donasi air mineral dari masyarakat Kabupaten Pati dan kami memprotes tindakan tersebut, karena kita sudah memberikan surat pemberitahuan penggalangan donasi untuk aksi 13 Agustus 2025. Suratnya sudah kami kirim ke Pak Kapolresta dan kirim ke Bupati,” ujar Supriyono, Selasa (5/8/2025).
Dia mengaku kesal sehingga naik ke atas truk dan berusaha mengambil hasil donasi yang disita petugas.
“Ya karena saya tadi datang belakangan ada satu truk yang dimuat Satpol PP, kami minta donasi diturunkan kembali,” jelasnya.
Baca Juga: Usai Kantor Dikepung, Satpol PP Pati Akhirnya Kembalikan Donasi Warga untuk Demo Kenaikan PBB
Supriyono menilai pemerintah arogan terhadap masyarakat. Padahal donasi ini datang dari masyarakat luas di Pati. Dia mengaku akan terus menggalang donasi meskipun harus ditertibkan oleh petugas.
“Tindakan tersebut arogan, semena-mena, ini sumbangan masyarakat untuk kita untuk konsumsi pada aksi 13 Agustus 2025,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

