BETANEWS.ID, PATI – Duka mendalam menyelimuti keluarga Kukuh Riyanto (34), warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Pria yang dikenal sebagai pekerja keras itu ditemukan tewas dalam jurang di jalan kawasan Desa Purwokerto, Kayen, dalam kondisi mengenaskan. Diduga kuat ia menjadi korban pembunuhan.
Di rumah duka, suasana haru tak terbendung. Sang ayah, Sutikno, masih sulit menyembunyikan kesedihannya ketika menceritakan bagaimana ia sempat mencari sang anak ke mana-mana, berharap kabar baik. Namun harapan itu pupus saat kabar buruk datang: mayat yang ditemukan di jurang adalah putranya sendiri.
Baca Juga: Ditutup Total untuk Renovasi, Aktivitas Ibadah di Masjid Agung Pati Dihentikan hingga Akhir Tahun
“Harapan ya yang pelaku harus dihukum seberat beratnya nyawa ya harus balikkan nyawa,” ujar Sutikno, Selasa (29/7/2025).
Korban diketahui berpamitan kepada keluarga pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, untuk bertemu bos tempatnya bekerja. Namun, sejak malam itu, ponselnya tak bisa lagi dihubungi. Pihak keluarga pun panik.
“Saya sudah cari sama teman sudah saya tanyai tapi hubungi teleponnya tidak bisa. Terus saya pas ada keramaian dangdut saya cari semua tapi tidak ada. Itu baru curiga,” kata Sutikno.
Menurutnya, sang anak memang kerap bepergian karena pekerjaan, namun tak pernah lebih dari tiga hari tanpa kabar. Pekerjaan anaknya pun beragam, mulai dari buruh kasar hingga operator sound sistem.
“Sebelum pergi itu pamitan ke bosnya jagung kasih timun. Sering lama tidak pulang. Setelah pergi itu HPnya tidak bisa dihubungi sampai tujuh hari,” jelasnya.
Ketika mendengar kabar penemuan mayat pria dalam karung di jurang, Sutikno tak menyangka bahwa itu adalah anak kandungnya.
“Syok kaget pusing saya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, adik korban, Meyla, juga tak kalah terpukul. Ia mengenang sang kakak sebagai sosok pekerja keras yang tak pernah pilih-pilih pekerjaan.
“Dia itu pekerja keras kalau kerja apa yang ada ya dikerjakan semua. Ya material ya jagung ya salon (operator sound system) semua ikut bekerja,” tuturnya.
Rasa kehilangan yang mendalam membuat Meyla ikut menyerukan harapan agar keadilan ditegakkan.
Baca Juga: Mayat dalam Karung di Jurang Kayen Diduga Dihabisi Pakai Batu
“Harapannya pelaku dihukum seberat beratnya,” tegasnya.
Saat ini, kasus dugaan pembunuhan terhadap korban masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dua orang telah diamankan sebagai terduga pelaku. Keluarga berharap pelaku benar-benar dihukum setimpal atas perbuatannya.
Editor: Haikal Rosyada

