BETANEWS.ID, KUDUS – Ruas jalan di depan area parkir Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) kembali ambles, tepatnya di jalur selatan Jalan Sunan Kudus arah timur ke barat. Jalur tersebut merupakan salah satu titik padat lalu lintas yang kerap dilalui kendaraan wisata dan ojek lokal.
Pantauan di lokasi pada Rabu (9/7/2025), kerusakan jalan itu diperkirakan memiliki panjang sekitar satu sepeda motor dengan lebar kurang lebih 70 centimeter. Dengan kedalaman amblesnya sekira 20 centimeter.
Baca Juga: Sidak Jalan Lingkar Selatan, DPRD Kudus Siapkan Sanksi dalam Perda Sistem Drainase
Terlihat, banyak pengendara dari arah timur yang terlihat menghindari titik ambles dengan menepi ke sisi jalan, sementara sebagian lainnya tetap nekat melintasi jalan rusak tersebut.
Meski sudah diberi penanda garis menggunakan cat semprot warna putih, kondisi jalan yang rusak tetap menimbulkan potensi bahaya.
Irwan Harahap (56), petugas parkir di lokasi, mengatakan amblesnya jalan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, tepat di lokasi sama juga pernah ambles dan baru beberapa waktu lalu diperbaiki.
“Dulu juga pernah ambles di titik yang sama dan sempat diperbaiki. Tapi sekarang ambles lagi. Sudah seminggu ini,” ujar Irwan di lokasi belum lama ini.
Ia mengungkapkan, belum ada korban kecelakaan akibat kerusakan jalan tersebut, namun tetap mengkhawatirkan potensi bahaya, terutama di malam hari.
“Apalagi kalau pengendara ngebut dan nggak lihat jalan rusak. Bisa celaka,” tambah Irwan.
Ia menduga, amblesnya jalan disebabkan oleh struktur tanah yang kurang padat serta kondisi gorong-gorong di bawah jalan yang tidak stabil, apalagi diperparah oleh curah hujan tinggi belakangan ini.
Kekhawatiran warga pun sampai ke pihak berwenang. Pada Selasa (8/7/2025) pagi, pihak kepolisian telah memberi tanda berupa garis cat semprot di sekitar lokasi untuk memperingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, membenarkan adanya kerusakan di ruas jalan tersebut. Ia menyebutkan bahwa jalan tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor.
Baca Juga: Sisa Pangan per Hari di Kudus Capai 120 Ton, Dispertan Dorong Gerakan Stop Boros Pangan
“Masih jadi tanggung jawab kontraktor karena belum lepas dari masa pemeliharaan. Dan saya minta untuk segera diperbaiki,” ujar Harry melalui aplikasi pengirim pesan.
Warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, namun dilakukan secara menyeluruh dan permanen, mengingat lokasi tersebut merupakan kawasan wisata religius yang ramai dikunjungi setiap hari.
Editor: Haikal Rosyada

