Mengenai status lahan museum yang masih milik desa, Sam’ani menyebut sedang diupayakan penyelesaian melalui tukar guling dengan lahan milik Pemkab Kudus yang berada di Dukuh Krangit, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah mengatakan, pameran temporer cagar budaya terdapat 25 stan pameran, dengan enam di antaranya adalah museum dari luar Kabupaten Kudus. Ia menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal menuju agenda tahunan.
Baca juga: Setelah Belajar di Museum Patiayam, April Senang Kini Bisa Membuat Konten Bagus
“Ini trail untuk tampilan perdana dan kita harap menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Kita sosialisasikan bahwa museum adalah ruang publik, bisa digunakan untuk berbagai kegiatan oleh masyarakat,” terangnya.
Ia mengaku, potensi Museum Situs Purbakala Patiayam sangat besar, mengingat terdapat banyak temuan fosil purba yang dapat dijadikan pembelajaran sejarah. Tak hanya nasional, bahkan museum tersebut diharapkan bisa menjadi cagar budaya internasional.
“Potensi yang dimiliki Patiayam sudah mendapat perhatian dari Kementerian Kebudayaan. Dengan dukungan dari pemerintah dan rencana pengalihan lahan ke Pemkab, ke depan pengembangan akan lebih mudah. Bahkan nanti bisa mendapatkan dukungan dari ASEAN,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

