BETANEWS.ID, JEPARA – Menawarkan panorama alam berupa aliran sungai yang masih jernih, Wisata Kali Ndayung yang berada di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, kini viral di media sosial.
Hal tersebut membawa berkah tersendiri bagi para tukang ojek. Dengan berbekal motor bebek standar buatan pabrik para ojek wisata kali Ndayung nekat menyusuri jalan yang sempit berbatuan untuk mengantarakan para wisatawan yang berkunjung.
Baca Juga: Terkendala Status Kepemilikan Lahan, Pemkab Jepara Belum Bisa Perbaiki Wisata Kali Ndayung
Berjarak sekitar 19 kilometer dari pusat Kabupaten Jepara, akses untuk menuju ke Wisata Kali Ndayung cukup mudah. Waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit menggunakan kendaraan motor atau mobil.
Sesampainya di gerbang masuk menuju wisata, pengunjung akan menemukan tiga spot yang masih satu area wisata di Wisata Alam Bukit Indah Batealit (BIB).
Tiga destinasi wisata tersebut antara lain hutan pinus dan area camping, Air Terjun Watu Bobot dan Kali Ndayung.
Untuk menuju objek wisata Kali Ndayung, wisatawan akan disajikan pilihan untuk menuju ke lokasi. Bisa berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua sendiri.
Jika tidak memiliki keberanian untuk melalui jalan yang sempit dan berbatu, wisatawan bisa menggunakan ojek wisata yang ada.
Jarak dari lokasi parkir kendaraan ke lokasi objek wisata kali ndayung cukup jauh sekiranya 7,1 Km atau sekiranya 13 menit.
Para ojek wisata yang berasal dari warga setempat pun sudah siap mengantar wisatawan dengan menggunakan kendaraan yang ada.
Sofianto (35), salah satu tukang ojek bercerita ia sudah dua tahun menekuni profesi sebagai ojek wisata. Namun profesi tersebut hanya sampingan. Sehari-hari ia bekerja sebagai peternak kambing.
Setelah mencarikan makan untuk ternaknya, ia biasanya langsung menuju Wisata Kali Ndayung untuk mengojek menggunakan motor yang biasanya ia gunakan untuk mengangkut rumput.
“Setiap pagi yah jadi peternak, kalau pagi sampai siang setelah selesai siang hari lah langsung kesini untuk mengisi kesibukan,” katanya pada Kamis, (26/6/2025).
Ia mengatakan pengojek di Kali Ndayung seluruh berasal dari warga sekitar. Total terdapat sekitar 35 orang yang bekerja sebagai pengojek di Wisata Kali Ndayung. Sehingga cukup membantu secara perekonomian.
Baca Juga: Ganggu Kinerja ASN, Pemkab Jepara Komitmen Perangi Judol
Dengan mematok tarif sebesar Rp10 ribu sekali, dalam sehari jika ramai i bisa mendapatkan uang sebasar Rp250 ribu.
“Satu perjalanan turun Rp10 ribu kalau naik turun Rp20 ribu, pas kemarin Syawalan ramai bisa dapat Rp 250 ribu dalam sehari itu,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

