BETANEWS.ID, KUDUS – Keprihatinan terhadap kondisi pasar tradisional yang kian sepi mendorong sekelompok anak muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk menciptakan terobosan digital. Mereka menghadirkan aplikasi bernama Mider (Mobile Rider), sebuah platform lokal berbasis Android yang dirancang khusus untuk mendukung kebangkitan pasar tradisional di Kudus.
Chief Executive Officer (CEO) platform Mider, Mochammad Bisri, menjelaskan bahwa platform ini dibuat sebagai respons langsung atas merosotnya aktivitas ekonomi di pasar tradisional di Kota Kretek. Pada tahap awal ini, yang jadi pilot projectnya adalah Pasar Kliwon.
Baca Juga: Rudapaksa Anak Tiri Puluhan Kali, Pria di Kudus Diamankan Polisi
“Dalam keprihatinan saya terhadap kondisi pasar yang sepi, kami berinisiatif menciptakan aplikasi Mider. Harapannya bisa memudahkan masyarakat Kudus untuk mengetahui isi dan produk yang dijual di pasar-pasar tradisional,” ujar Bisri saat ditemui usai sosialisasi aplikasi kepada para pedagang di lantai 3 Pasar Kliwon.
Mider saat ini telah tersedia di Play Store dan akan segera hadir di App Store. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk melihat produk yang dijual di pasar, mulai dari pakaian, aksesoris, hingga sayur-mayur dan buah-buahan, kemudian memesannya langsung dari rumah.
“Pasar Kliwon Kudus akan jadi pilot project, tapi target kami seluruh pasar di Kudus nantinya punya aplikasi masing-masing melalui platform ini. Mider ini berbeda dengan marketplace nasional karena sifatnya lokal, hanya untuk masyarakat Kudus, agar mendorong ekonomi lokal,” tegas Bisri.
Selain mendigitalisasi pedagang pasar, Mider juga membuka peluang kemitraan dengan mitra pengemudi lokal yang disebut Mider Driver. Mereka akan bertugas mengantarkan pesanan langsung ke rumah pelanggan.
“Platform Mider ini sudah satu pekan dirilis. Saat ini para pedagang di Pasar Kliwon sudah mulai daftar dan menjadi mitra. Platform ini juga terbuka untuk produk-produk UMKM dari Kudus,” sebutnya..
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik inovasi anak muda ini. Apalagi saat ini penjualan di pasar tradisional memang lagi turun.
Baca Juga: Menteri Ekraf dan SMK Kudus Bersinergi Dorong Ekonomi Kreatif Mendunia
“Tren pasar-pasar di Kudus memang sedang menurun. Kita akan lakukan kajian dan simulasi terhadap Mider, bagaimana efektivitasnya dalam menghubungkan penjual dan pembeli melalui teknologi,” ucap Sam’ani.
Disinggung kemungkinan adanya kerja sama antara platform Mider dengan pemerintah daerah, Sam’ani mengaku akan mengkajinya lebih lanjut. Apakah regulasi atau aturannya memungkinkan untuk hal tersebut.
Editor: Haikal Rosyada

