BETANEWS.ID, PATI – Puluhan warga yang tergabung dalam Sukolilo Bangkit menggeruduk Mapolresta Pati pada Senin (5/5/2024). Dengan membawa sejumlah poster, mereka menyuarakan tuntutan mereka di depan gerbang Mapolresta Pati.
Aksi warga ini, merupakan buntut dari keresahan mereka, yang menilai pihak kepolisian terkesan lamban dalam menindak para penambang illegal yang beroperasi di wilayah Pegunungan Kendeng, khususnya di kawasan Kecamatan Sukolilo.
Baca Juga: Respon Kondisi Ekonomi Nasional, Ketum PP Ansor Minta Kadernya Turun ke Desa-desa
Dalam aksinya ini, pendemo menuntut agar polisi bertindak cepat untuk menindak pelaku penambangan. Hal ini menurut mereka, sebelum kondisi alam semakin rusak parah.
Slamet Riyanto, koordinator aksi Sukolilo Bangkit mengatakan, bahwa aksi di depan Mapolresta Pati itu merupakan bentuk akumulasi kemarahan warga atas aktivitas penambangan di Sukolilo yang terkesan dibiarkan.
“Aksi kami hari ini merupakan tindak lanjut dari laporan kami pada 10 April lalu. Bahwa kami Sukolilo Bangkit dan warga yang terdampak, serta yang menjadi korban longsor penambangan telah melaporkan kepada Kapolresta pada 10 April lalu, ” ujar Slamet.
Dalam hal ini, pihaknya menuntut agar pihak kepolisian secepatnya menutup tambang yang dinilai merugikan dan tidak ada manfaatnya. Karena selama puluhan tahun ini, pihak aparat penegak hukum tidak memberikan sanksi terhadap pelaku penambangan illegal, yang dinilainya merupakan bentuk kejahatan lingkungan.
Hal senada juga disampaikan Jumadi yang ikut dalam aksi tersebut. Ia menuntut agar penambangan yang ada di Sukolilo maupun Kayen agar segera ditutup.
“Karena ini bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan masyarakat. Kalau bisa bukan hanya yang illegal, yang legal juga harus ditindak. Karena setiap tahun terjadi banjir,” ungkapnya.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMAN 1 Kayen Gelar Aksi Bersih Sungai hingga Tabur Benih Ikan
Dikketahui, sebelumnya pada saat sejumlah pejabat gabungan dari berbagai instansi melakukan sidak di lokasi tambang di Sukolilo, sempat terjadi kericuhan antara warga dan sopir truk tambang.
Warga berharap, tuntutannya kali ini bisa didengar oleh Polresta Pati, jika tidak, warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.
Editor: Haikal Rosyada

