BETANEWS.ID, KUDUS – Kondisi debit air di Bendung Wilalung saat ini semakin tinggi, bahkan sudah melebihi 800 m³/detik. Per pukul 10.00 WIB ini, debit air di Bendung Klambu mencapai angka 806 m³/detik.
Sedangkan elevasi walking (tanggul) di Bendung Wilalung di angka 234 centimeter dan tinggi jagaan hanya tinggal 34 centimeter.
Baca Juga: Rudapaksa Anak Tiri Puluhan Kali, Pria di Kudus Diamankan Polisi
Pelaksana Teknis (Peltek) BBWS Pemali Juwana, Agus Yanto mengatakan, kondisi debit air di Bendung Klambu sudah melebihi standart operasional prosedur (SOP) atau di angka 800 m³/detik. Untuk itu dilakukan pembukaan air di Bendung Wilalung yang mengarah ke Sungai Juwana.
“Karena sudah melebihi SOP, jadi pintu nomor 8 Bendung Wilalung saat ini kita buka ke arah Sungai Juwana setinggi 10 centimeter. Pembukaan ini kami lakukan per pukul 10.00 WIB ini,” bebernya, Kamis (22/5/2025).
Pembukaan pintu, katanya, akan dilakukan secara bertahap, ketika debit air di Bendung Klambu semakin tinggi. Menurutnya, pembukaan pintu tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan air yang ada di Bendung Wilalung.
“Selain itu juga sudah sesuai aturan dan kesepakatan antar wilayah, baik Kabupaten Kudus, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pati,” jelasnya.
kondisi debit air di Bendung Wilalung saat ini sudah lebih dari 800 m³/detik. Sehingga hal ini akan dilakukan standart operasional prosedur (SOP) atau pembukaan pintu ke Sungai Juwana.
Ia menuturkan, bahwa saat ini Bendung Klambu sudah melakukan kegiatan full doging atau pintu bendung dibuka secara total. Mengingat secara aturan SOP, debit air di angka di atas 800 m³/detik dilakukan pembukaan total.
Baca Juga: Menteri Ekraf dan SMK Kudus Bersinergi Dorong Ekonomi Kreatif Mendunia
“Kondisi besit air yang tinggi ini, disebabkan karena curah hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu. Sehingga aliran air tersebut mengalir ke Bendung Wilalung atau sistem pengendalian air di wilayah hilir,” ungkapnya.
Mengingat, kata Agus, tren kondisi debit air di daerah hulu masih tinggi. Pihaknya meminta agar masyarakat untuk tetap waspada dan selalu siaga serta menjaga tanggul di masing-masing daerah.
Editor: Haikal Rosyada

