31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Bupati Pati Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Nilai ‘Settingan’ Bagi Siswa

BETANEWS.ID, PATI – Dunia pendidikan di Kabupaten Pati kembali mendapatkan sorotan dari Bupati Pati Sudewo. Teranyar, bupati menegaskan agar tidak ada praktik mark up nilai atau menaikkan nilai untuk peserta didik.

Bila ketahuan ada praktik nilai ‘settingan’, Sudewo menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan maupun guru mata pelajaran.

Baca Juga: Kebijakan Sekolah Lima Hari di Pati Bakal Diberlakukan Tahun Ini

-Advertisement-

“Kepada semua sekolah dan murid, tidak boleh ada mark up nilai. Kalau nilainya 4 harus 4, tidak boleh lebih tinggi. Dan guru yang melakukan mark up nilai, kepala sekolahnya tentu akan kami evaluasi dan guru pelajarannya juga akan kami evaluasi,” tegas Sudewo usai memberikan pengarahan kepada kepala sekolah di Pati di Pendapa Kabupaten Pati pada Rabu (7/5/2025).

Untuk itu, bupati meminta, agar nilai yang diperuntukkan bagi peserta didik, harus benar-benar objektif dan tidak boleh ada praktik mark up nilai.

Hal ini menurutnya, sebagai salah satu langkah penguatan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pati.

Sehingga, kedisiplinan maupun kejujuran harus benar-benar diterapkan oleh semua sekolah, baik itu oleh guru maupun peserta didik.

Dengan begitu menurutnya, penguatan karakter di dalam dunia pendidikan akan terwujud, yang salah satunya dengan menerapkan nilai-nilai kejujuran di sekolah.

Soal dunia pendidikan, Bupati Pati sebelumnya juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan memberlakukan kebijakan sekolah lima hari untuk jenjang pendidikan TK, SD dan SMP.

Sudewo menyebut, kebijakan sekolah lima hari di Kabupaten Pati ini, akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2025/2026 ini.

“Insya Allah akan kita mulai dari tahun ajaran ini. Kami sudah komunikasi, diskusi dengan PCNU Kabupaten Pati,” katanya.

Menurutnya, dari hasil komunikasi dan diskusi itu, katanya pihak PCNU Pati bisa menerima kebijakan terkait dengan lima hari sekolah untuk jenjang pendidikan TK,SD dan SMP tersebut.

Ditegaskannya, bahwa kebijakan lima hari sekolah itu, tidak akan mengganggu kegiatan pembelajaran di madrasah diniyah (Madin) maupun TPQ.

Baca Juga: 10 Ruas Jalan di Pati Sudah Mulai Diperbaiki, Ditarget Rampung Juli

“Sudah komunikasi, lima hari sekolah itu tidak menggangu murid. Yang SD itu hanya tambah 35 menit, SMP 40 menit. Jadi tidak menggangu TPQ dan Madin,” ungkapnya.

Belum lama ini, Sudewo juga sudah menyinggung terkait rencana kebijakan penerapan sekolah lima hari. Yakni, mulai Senin hingga Jumat.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER