BETANEWS.ID, JEPARA – Sembari mengecek stok tembakau yang ia simpan rapi dalam toples yang tersusun di etalase toko, Miftahul (41) pemilik Mbako Tingwe Jepara yang berada di Jalan Raya Desa Kecapi, Dukuh Juwetan, Kecamatan Tahunan, bercerita usaha tembakau nglinting dewe (Tingwe) yang ia geluti sebenarnya bermula dari ketidaksengajaan.
Ia yang dulunya merupakan seorang kolektor barang antik, pada tahun 2017 mulai menjadi penikmat tembakau. Karena rasa penasarannya terhadap rasa tembakau, ia kemudian mencoba berbagai jenis tembakau original dari berbagai daerah.
Baca Juga: Sea Wall Pelabuhan Tanjung Emas Jebol, Potensi Pembangunan Pelabuhan di Jepara Disebut Makin Terbuka
Setelah satu tahun menjadi penikmat tembakau dan belajar meracik rokok tingwe, pada tahun 2018 ia kemudian memutuskan untuk menggeluti usaha yang ia beri nama ‘Mbako Tingwe Jepara’.
“Awalnya kalau bahasanya orang sini itu ndak jarak (tidak sengaja). Saya dulunya itu penikmat tembakau original yang diolah petani langsung. Di tahun 2017, hampir satu tahun saya mulai menikmati tembakau dari berbagai daerah, semua tembakau hampir saya nikmati,” katanya saat ditemui di tokonya, Sabtu (24/5/2025).
Pada saat mulai merintis, ia mengaku tidak mudah mengenalkan rokok Tingwe kepada pelanggan. Selain mengenalkan cita rasa tembakau yang berbeda-beda, ia juga harus sabar mengajari bagaimana cara melinting dan membuat racikan rokok Tingwe.
Diawal merintis, dalam seminggu ia hanya mampu menjual 2-3 kg tembakau. Selain itu, minimnya pengalaman dalam merawat tembakau, juga menjadi kesulitan tersendiri. Stok tembakaunya banyak yang rusak karena berjamur dan dimakan kutu.
Namun kini, buah dari kesabarannya selama hampir 7 tahun, pelanggan tembakau di tokonya kian bertambah. Dari satu jenis tembakau saja, ia mampu menjual sekitar 200-300 kg tembakau setiap bulan.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan di Hotel Kerbau Jepara Turun
“Stok varian tembakau ada sekitar 114 dari berbagai jenis merk produsen dan pilihan rasanya juga beda-beda. Dari satu jenis varian, yang tembakau pabrikan, saat ini sebulan penjualannya bisa sampai 200-300 kg,” ungkapnya.
Di tokonya, ia menyebutkan terdapat empat jenis varian tembakau yang ia jual. Yaitu tembakau original olahan langsung dari petani, tembakau pabrikan, tembakau flavour rasa buah dan minuman, serta tembakau mole khas Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Editor: Haikal Rosyada

