Berkat YouTube, Nikmah Temukan Bisnis Kuliner yang Hasilnya Menjanjikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan MA NU Banat Kudus, tepatnya di Desa Krandon, Kecamatan Kota Kudus, sebuah outlet berwarna silver bertuliskan “Aneka Jajanan Sosis Solo, pisang coklat (Piscok), Risol Mayo” menarik perhatian para pengendara yang melintas di sana. Di balik kesibukan melayani pembeli yang tak pernah sepi, Nikmah (28), pemilik usaha, membagikan cerita inspiratif tentang perjalanannya merintis bisnis kulinernya.

Berawal dari rutinitas di rumah, Nikmah menemukan ide bisnisnya melalui resep di YouTube. Ia mencoba membuat jajanan khas seperti sosis solo, piscok (pisang cokelat), dan risol mayo.

“Awalnya iseng aja lihat resep di YouTube. Terus kepikiran untuk jualan. Soalnya kalau di rumah terus kan nggak ada kerjaan,” ujar Nikmah.

-Advertisement-

Baca juga: Laris Manis, Bakso Siraos Khas Bandung  Ini Jadi Favorit Mahasiswa UMK

Dengan semangat belajar secara otodidak, ia mengembangkan resep yang kini menjadi andalan usahanya. Setiap menu dibuat sendiri dengan bahan segar dan cita rasa yang khas.

Sosis solo dengan isian ayam yang gurih menjadi menu paling favorit di sana. Risol mayo yang creamy dengan isian sosis, telur, dan mayones, serta piscok yang manis dan lezat juga tak kalah diminati. Semua ditawarkan dengan harga ramah di kantong.

Untuk harga satuan, sosis solo matang ia jual dengan harga Rp5.000. Sementara sosis solo mentah, ia jual Rp1.000. Sementara risol mayo, dijual dengan harga Rp2.000 per porsi. Dan Piscok Rp1.500 per porsi.

“Alhamdulillah, ternyata banyak yang suka sama produk saya. Apalagi sosis solonya, itu yang paling favorit,” ungkap Nikmah sambil tersenyum.

Kini kerja keras Nikmah sudah membuahkan hasil. Setiap hari, ia mampu menjual hingga 650 sosis solo, 250 piscok, dan 200 porsi risol mayo. Dari hasil penjualannya, ia meraih omzet harian antara Rp800.000 hingga Rp1.200.000.

Baca juga: Kue Putu Jualan Wakino di Kedungdowo Kudus Ini Harganya Cuma Rp1000

Usaha kuliner yang dimulai sejak 2022 ini terus berkembang dan menjadi pilihan favorit warga sekitar. Selain rasa yang lezat, lokasi strategis dan harga terjangkau membuat usahanya selalu ramai pelanggan.

“Kalau kita mau berusaha dan belajar, insyaAllah rezeki akan datang. Yang penting, semangat terus,” tambahnya.

Penulis: Tsania Maulida, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER