BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Lingkar Utara, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, sebuah warung sederhana berdiri di antara padatnya lalu lalang kendaraan. Di balik bilik bambu, seorang pemuda berkaos hijau tampak sibuk melayani pelanggan. Dialah Habab Ali (19), pemilik warung Nasi Kebuli Konco yang sudah berjalan sejak Juli 2023.
Ali mengungkapkan, bahwa awalnya ia hanya iseng mencoba membuat nasi kebuli, makanan khas Timur Tengah yang masih jarang ditemukan di Kudus.

“Awalnya terlintas saja, cari yang beda, yang gak banyak dijual di luar sana,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Dari Jual di Trotoar hingga Sering Pindah, Ini Kisah Jatuh Bangun Wito Bisnis Ikan Hias
Meski berasal dari Timur Tengah, Ali menyesuaikan nasi kebulinya dengan selera lokal. Menggunakan beras basmati yang dimasak dengan santan atau susu UHT, ia meracik rempah-rempah seperti kapulaga, sereh, dan ketumbar untuk menciptakan cita rasa khas. Sambal pedas turut melengkapi kelezatan hidangan ini.
Warungnya menawarkan beberapa varian menu, mulai dari Nasi Kebuli Polos seharga Rp10.000, Nasi Kebuli Dadar Rp13.000, Nasi Kebuli Ayam Rp15.000, hingga Nasi Kebuli Sapi Rp20.000. Dari berbagai pilihan tersebut, Nasi Kebuli Ayam menjadi menu favorit pelanggan.
Tak disangka, dari ide isengnya itu, Ali kini mampu menjual sedikitnya 30 porsi nasi kebuli setiap hari. Dengan omzet mencapai Rp20 juta per bulan, usahanya berkembang pesat.
Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Di awal, ia menghadapi kendala seperti kesulitan menemukan rasa yang pas dan kebingungan mengelola stok saat penjualan sedang sepi.
Baca juga: Cerita Nisa Rintis Usaha Mayui yang Berawal dari Kegemarannya dengan Salad saat Masih Kuliah
“Dulu sempat bingung kalau rasanya kurang pas atau kalau ada sisa karena penjualan lagi sepi,” kenangnya.
Meski sempat mengalami masa sulit, Ali tidak menyerah. Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, ia terus mengembangkan Nasi Kebuli Konco hingga menjadi usaha yang menjanjikan.
Penulis: Arum Tri Handayani, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

