BETANEWS.ID, JEPARA – Para pedagang di Pasar Mayong banyak yang mengeluh akibat kondisi pasar yang sering bocor sehingga menimbulkan genangan air yang membuat kondisi pasar menjadi becek terutama pada saat musim hujan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengaku bahwa ia sudah mengetahui kondisi tersebut. Pada tahun ini pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk melakukan rehabilitasi atau perbaikan di Pasar Mayong.
Baca Juga: Kena Efisiensi, Anggaran Pemkab Jepara Dipotong Rp21 Miliar
“Tahun ini sudah kita alokasikan anggaran untuk rehab di Pasar Mayong nilainya Rp180 juta,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (7/2/2025).
Ia mengakui anggaran yang disediakan tersebut nantinya tidak bisa untuk merehabilitasi atau memperbaiki seluruh kebocoran yang terjadi di Pasar Mayong. Sehingga rehabilitasi nanti akan diprioritaskan pada bagian-bagian yang sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Sebab anggaran rehabilitasi pasar tradisional yang disetujui pada tahun ini, menurutnya harus dibagi dengan pasar tradisional lainnya.
“Karena keterbatasan keuangan daerah kita harus membagi dengan pasar-pasar yang lain, sehingga perbaikannya nanti bertahap. Kita prioritaskan untuk perbaikan yang kondisinya memang sudah mendesak,” tambahnya.
Baca Juga: Pantai Teluk Awur Jepara Penuh Sampah
Ia mengatakan pihak konsultan yang nantinya akan melakukan rehabilitasi di Pasar Mayong sudah melakukan pengecekan kondisi pasar yang butuh untuk segera diperbaiki. Proses rehabilitasi tersebut diperkirakan baru akan berjalan pada triwulan kedua atau sekitar bulan April.
“Karena kemarin ada arahan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah pada saat ini diminta untuk melakukan penundaan pengadaan barang dan jasa, sehingga paling cepet ya triwulan kedua, kira-kira setelah lebaran lah, baru nanti proses perbaikan akan dimulai,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

