BETANEWS.ID, KUDUS – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus melakukan sidak ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Rejosari, Kecamatan Dawe, Kamis (21/11/2024). Dalam sidak tersebut, mereka mendapati banyak ruang kerja tenaga kesehatan yang kosong.
Ketua DPRD Kudus, Masan menyampaikan, seyogyanya pembangunan itu ada koordinasi integrasi sesama pemerintah agar bisa efisien dan tepat fungsi.
“Misal di satu kecamatan, hampir semua instansi punya aula. Padahal bisa saja yang punya aula itu satu instansi dan nanti bisa digunakan bersama, secara gantian. Hal itu tentu akan lebih efisien,” ujar Masan.
Baca juga: Sidak Rehab Puskemas Dawe, DPRD Kudus Temukan Dinding Luar Gunakan Partisi
Jika semua instansi sama-sama membangun aula, kata Masan, tentu menelan anggaran yang cukup banyak, dan itu cukup menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Ketika semua instansi membangun aula itu pemborosan. Anggaran tersebut sebenarnya bisa digunakan yang lebih urgent. Itu salah satu contohnya,” beber Masan.
Dalam sidak tersebut, Masan juga mendapati banyak ruang kerja tenaga kesehatan yang tak difungsikan. Menurutnya, hal itu adalah dampak pembangunan tanpa perencanaan yang jelas.
“Tadi ada beberapa ruang yang ada meja kerjanya saja, tanpa difungsikan. Harusnya pembangunan itu ada perencanaan yang jelas, jadi jelas fungsinya,” tegas Masan.
Baca juga: DPRD Kudus Sidak Rehab 3 Ruang RSUD dr Loekmono Hadi yang Dibayangi Isu Material Tersendat
Oleh karena itu, Masan meminta kepada Dinas Kesehatan untuk membuat master plan pembangunan semua puskesmas di Kudus, agar pembangunanya nanti jelas peruntukan dan fungsinya serta terintegrasi.
“Tidak seperti selama ini, membangun hanya sesuai keinginan. Sehingga kesannya asal membangun dan tidak jelas fungsi pelayanan masyarakatnya,” tegasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

