BETANEWS.ID, KUDUS – Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus dengan Akticlito berhasil menyabet juara 1 dalam lomba National Innovation Project (NIPRO) 2024, di Institut Tehnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, pada 5-6 Oktober 2024. Raihan tersebut membuat tim akticlito dari MAN 2 Kudus mendapatkan golden tiket D3 di Fakultas Tehnik Kimia Industri ITS.
Tim riset dari MAN 2 Kudus, yang menorehkan prestasi dan membuat bangga sekolah itu adalah, Maitssa Alayya Almunawir, Niswa Khalida Anwar, dan Dzikra Lubna Khairunnisa. Dengan alat Akticlito, tiga siswi itu juga memberikan sumbangsih berupa terobosan dan inovasi mengenai peran dari tehnik kimia dalam industri.
Baca Juga: Dalam 10 Hari 2 Kios Pasar Mbrayung Kemalingan, Sama-Sama Curi Rokok
Salah satu tim riset MAN 2 Kudus, Dzikra Lubna Khairunnisa mengatakan, alat tersebut berfungsi untuk menyerap kadar karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), emisi gas buang dari kendaraan. Menurutnya, riset alat itu dilakukan selama satu bulan, dan diklaim efektif dalam mengurangi kadar CO dan CO2 sebesar 32 persen dan 21 persen.
Menurutnya, melihat kondisi Indonesia yang saat ini tercacat sebagai negara dengan kualitas udara terburuk nomor empat sedunia, menjadi alasan utama menciptakan alat tersebut.
“Selain itu di Kudus juga terdapat limbah yang tidak banyak di olah yaitu limbah blotong. Limbah blotong itu hasil dari produksi tebu, sehingga kami membuat suatu alat yang dapat mengurangi kadar gas CO dan CO2 yang keluar dari gas emisi kendaraan bermotor,” jelas Lubna siswi kelas XI, di Laboratorium MAN 2 Kudus, Senin (14/10/2024).
Ia menuturkan, ada setidaknya 25 tim dari seluruh Nusantara yang mengikuti dalam ajang tersebut. Dengan keberhasilan dan pencapaian alat yang diciptakan itu, dia merasa senang dan bangga bisa mengungguli puluhan tim riset sekolah lain.
“Alhamdulillah kami mendapatkan juara 1 lomba Nipro (National Innovation Project) ITS yang diadakan oleh Fakultas Kimia Industri D3. Alhamdulillah kami mendapatkan golden tiket, bisa langsung keterima di fakultas tersebut,” jelasnya.
Menariknya, alat tersebut diciptakan dengan bahan-bahan limbah yang mudah dijumpai di Kabupaten Kudus. Dengan alat Akticlito, bahan untuk menyerap kadar gas emisi kendaraan bermotor itu ada dua adsorben yaitu, arang aktif dari eceng gondok dan zeolit dari blotong gula merah.
“Cara kerjanya, Akticlito dari besi berukuran 3/4 inchi, di dalamnya ada sarangan besi. Lalu untuk di pasang di ujung kenalpot. Di dalamnya kita isi dengan adsorben (arang aktif dan zeolit) berbentuk butiran. Dengan lima butir, dua butir dari arang aktif dan tiga zeolit lalu dimasukan di dalam akticlito, bisa menyerap 15 menit,” kata Maitssa Alayya Almunawir.
Guru pendamping, Ema Nur Hidayah menyampaikan, dengan alat tersebut, sekaligus bisa memberikan sumbangsih berupa terobosan dan inovasi mengenai peran dari tehnik kimia dalam industri, serta dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs), 2030 mendatang.
“Tentu kami bangga, kami ikut senang dan juga ikut termotivasi juga untuk bisa meningkatkan kembali riset dan juga meningkatkan prestasi di MAN 2 Kudus,” tuturnya.
Sementara itu Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak menambahkan, bahwa hal itu menjadi modal awal bagi siswa-siswi yang berhasil mempersembahkan medali terbaiknya. Pihaknya mengaku sangat bangga dan bahagia, melalui perolehan tersebut, bisa dilihat anak mulai meningkatkan kemampuan mereka.
“Sangat bangga dan bahagia, karena anak-anak sudah mulai meningkatkan kemampuan dan kemauannya. Paling penting anak mau, kalau tidak mau jangan harap bisa berprestasi,” jelasnya.
Baca Juga: Satu Kios di Pasar Mbrayung Kudus Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Rp15 Juta
Pihaknya juga menangapi, bahwa siswanya dapat golden tiket D3 di ITS usai menyabet juara 1 lomba NIPRO 2024 tersebut. Menurutnya, hal itu keren, anak-anak sudah memiliki modal yang luar biasa.
“Kalau itu (golden tiket masuk ITS) diambil adalah modal terbaik bagi anak. Tentunya untuk MAN 2 Kudus akan semakin menggelora,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

