BETANEWS.ID, KUDUS – Lenggak-lenggok model fashion show dari SMK Banat dan Taneem memukau penonton Pameran Temporer di Museum Kretek, Minggu (27/10/2024) malam.
Meski terlihat harus naik turun tangga, beberapa model yang tampil tampak tak ingin mengecewakan pengunjung yang datang, walau memakai high heels saat berjalan. Di samping itu, penonton yang melihat pun sangat mengapresiasi mereka tampil dengan profesional.

Dua kelompok model tersebut membawakan fashion yang berbeda. SMK Banat dengan tema fashion Saeba yang merupakan pakaian pesona kain Wastra Yang ada di dalam wanita aktif dan independen atau pakaian formal untuk bekerja. Sedangkan Taneem membawakan tema Viorela yang menggambarkan bunga.
Model dari SMK Banat, Shofia Putri dan Amira Zanisbath Najlabiba mengatakan, penampilan dalam Pameran Temporer Museum Kretek tersebut merupakan penampilan yang sudah beberapa kali dilakukan. SMK Banat yang mempunyai jurusan tata busana, semua siswanya diharuskan untuk bisa mendesign baju maupun tampil di atas catwalk.
Baca Juga: Pengunjung Terpukau Koleksi Pabrik Rokok di Pameran Temporer Museum Kretek
“Sudah beberapa kali mengisi even fashion show di Kabupaten Kudus. Seperti even hari jadi Kudus, festival budaya, hari koperasi, dan lain sebagainya,” bebernya usai tampil.
Sehingga hal tersebut, menurutnya semakin menambah pengalaman. Apalagi dengan antusiasme penonton yang begitu bagus saat mereka tampil. Mereka juga merasa senang, karena penonton melihat dengan semangat.
“Senang sekali bisa tampil dalam pameran ini. Melihat banyaknya antusiasme penonton, mereka melihat kita juga merasa excited, jadi senang,” ungkapnya.
Baca juga: Pengunjung Terpukau Koleksi Pabrik Rokok di Pameran Temporer Museum Kretek
Dalam persiapannya tampik di acara tersebut, Shofia mengaku hanya mempersiapkan selama dua hari terakhir. Terlebih, kostum yang dipakai juga sudah tersedia di sekolah. Sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti.
“Untuk desain kita sendiri, karena setiap murid di SMK Banat harus bisa desain sendiri. Saya harap bisa lebih baik lagi dan juga lebih banyak lagi yang nonton. Selain itu, kalau buat even harus proper juga, karena kita juga membawa high heels, jadi harus dipersiapkan dengan baik, biar tidak ada insiden jatuh atau gimana,” tuturnya.

