BETANEWS.ID, KUDUS –Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Hartopo-Mawahib Afkar blusukan ke Pasar Barang Bekas (Babe), Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Sabtu (14/9/2024). Agenda itu dalam rangka menyerap aspirasi pedagang yang terkena musibah kebakaran.
Sesampainya di pasar, Hartopo dan Mawahib terlihat menyalami satu per satu para pedagang. Paslon yang mengusung tagline Kudus TOP Berkah tersebut juga dengan sabar mendengar berbagai keluhan para pedagang.

Hartopo menyampaikan, datang ke Pasar Babe untuk mendengarkan aspirasi mereka, apalagi mereka baru terkena musibah kebakaran. Dalam kesempatan itu, pedagang berharap pasar bisa segera dibangun.
Baca juga: Diserang Komen Negatif di Medsos, Hartopo: ‘Disenyumin dan Diselawati Saja’
“Kalau saya tentu menunggu dilantik jadi Bupati. Oleh karena itu saya membawa pimpinan Dewan yakni Pak Sulistyo Utomo dari Partai Gerindra dan beliau sepakat akan mengupayakan Pasar Babe segera dibangun,” ujaf Hartopo.
Mawahin menyampaikan keprihatinannya kepada para pedagang yang beberapa bulan lalu terkena musibah kebakaran. Menurutnya, para pedagang tradisional harus dilindungi, sebab merekalah simbol ekonomi kerakyatan.
“Apabil Paslon Hartopo-Mawahib menang di Pemilihan Bupati Kudus 2024, nasib para pedagang tradisional tentu akan kami perhatikan dan jadi prioritas kami,” ujarnya.
Disinggung program menggeliatkan perekonomian pasar tradisional Kudus di tengah gempuran pasar online, Mawahib menuturkan, hadirnya teknologi tak harus dilawan. Namun, bagaimana agar para pedagang pasar tradisional juga mampu memanfaatkan teknologi untuk bisa bersaing dalam memasarkan dagangan mereka.
Baca juga: Bertemu 6 Organisasi Guru Swasta, Hartopo-Wahib Komitmen Naikkan HKGS Rp1 Juta Sebulan
“Program kami itu ada digitalisasi. Di situ kami akan memberikan pelatihan pemasaran online kepada para pedagang pasar tradisional. Tak hanya itu, kami juga akan menyediakan infrastruktur internet cepat di pasar tradisional di Kudus,” bebernya.
Setelah blusukan di Pasar Babe, di hari yang sama Paslon Hartopo-Mawahib juga blusukan di Balai Jagong menemui para Pedagang Kaki Lima (PKL). Di sana, mereka juga mendengar aspirasi para pedagang.
Editor: Ahmad Muhlisin

