BETANEWS.ID, KUDUS – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus 2024 mulai agak memanas, terutama di media sosial. Para pendukung terkadang kebablasan dengan menjelekkan pasangan calon lain yang mejadi lawan jagoan mereka.
Salah satu yang mengaku sering dihina dan diejek oleh netizen di media sosial adalah Bakal Calon Bupati Kudus, Hartopo. Hal itu diungkap oleh suami Mawar Anggraeni saat sosialisasi program bersama seratusan orang koordinator organisasi guru swasta di Kabupaten Kudus.
“Saya banyak menerima serangan di media sosial. Perkataan jelek dan segala macam di kolom komentas medsos,” ujar Hartopo di Auditorium Poltekun, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Sabtu (7/9/2024).
Baca juga: Bertemu 6 Organisasi Guru Swasta, Hartopo-Wahib Komitmen Naikkan HKGS Rp1 Juta Sebulan
Meski mendapatkan banyak hinaan di medsos, Hartopo mengimbau kepada para pendukungnya untuk tidak membalasnya. Menurutnya, jangan sampai kejelekan dibalas dengan kejelekan.
“Jadi semua ditanggapi dengan positive thinking saja,” sebutnya.
Disinggung terkait respon negatif ketika dirinya berkomentar di medsos Persiku, Hartopo juga tidak mempersalahkannya. Yang penting, dia mengucapkan selamat atas promosinya ke Liga 2.
“Itu sudah biasa. Banyak kegiatan saya yang diuploud oleh tim dan banyak dikomen orang-orang negatif, ndak apa-apa,” ucapnya.
Baca juga: 2 Bakal Paslon Pilkada Kudus Klaim Paling Santri, Siapa Dapat Simpati Masyarakat?
Hartopo juga mengaku enggan membalas komentas negatif terhadapnya dengan menggunakan jasa buzzer. Dia ingin menyosialisasikan programnya dan kegiatan di medsos secara alami saja.
“Pernah ada usulan untuk menggunakan buzzer untuk menangkal komentar negatif, tapi saya tolak. Ndak usah buzzer-buzzeran, kita senyumin saja, disalawatin saja, sudah selesai,” kata Hartopo sembari tersenyum.
Editor: Ahmad Muhlisin

