BETANEWS.ID, PATI – Sejak sepekan terakhir, kondisi Sungai Silugonggo atau sering juga disebut Sungai Juwana, kondisinya mengering. Seperti halnya yang terlihat di kawasan Jembatan Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati.
Di lokasi tersebut, air hanya terlihat di beberapa titik saja. Sedangkan. Kondisi tersebut juga dimanfaatkan sebagian warga untuk bersantai di tengah sungai ketika sore hari. Mereka tampak bercengkrama sambil menikmati kopi.
Warga Desa Mintobasuki, Lasno, menyebut, baru 2024 ini Sungai Silugonggo mengering hingga terlihat dasarnya.
Baca juga: Kekeringan Meluas, Perhutani Pati Salurkan Bantuan Air Bersih
Tahun-tahun sebelumnya, katanya, volume Sungai Silugonggo tak pernah menyusut separah ini. Masih ada aliran air yang mengalir dengan volume cukup banyak.
“Ini paling parah 2024 ini. Sebelumnya tidak sampai seperti ini. Selama saya hidup, baru kali ini, 71 tahun Sungai Silugonggo kehabisan air,” ujarnya, Rabu (11/9/2024).
Ia menduga surutnya Sungai Juwana disebabkan karena beroperasinya Bendung Karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Bendungan proyek pemerintah pusat itu dikerjakan sejak 2023 lalu dan selesai pada 2024. 2024 ini, Bendung Karet pun mulai beroperasi.
Sebelum beroperasinya bendung karet, air masih mengalir di Sungai Silugonggo walapun musim kemarau. Namun, usai beroperasi, air di Sungai Juwana mulai menyusut dan mengering.
Editor: Ahmad Muhlisin

