BETANEWS.ID, PATI – Beberapa orang sore itu tampak duduk bersantai di tengah Sungai Silugonggo, tepatnya di area bawah jembatan Dukuh Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati.
Sembari bercengkrama menikmati kopi hingga kue sederhana, mereka tampak larut dalam obrolan masing-masing. Hingga tak terasa, matahari mulai beranjak menyisingkan diri ke ufuk barat meninggalkan cahaya menguning yang begitu mempesona.
Baca Juga: BBWS Diminta Segera Benahi Tanggul yang Bergeser di Sungai Juwana
Sudah beberpa hari terakhir ini, warga menikmati suasana sore di tengah Sungai Silugonggo yang kondisinya mengering. Puluhan tahun lamanya, baru kali ini sungai yang juga sering disebut Sungai Juwana ini mengering.
Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan warga yang berada di pinggiran Sungai Silugonggo untuk bersantai di tengah sungai.
’’Kayaknya kok enak ngopi di sini. Jadi kami ngopi bersama teman-teman. Ada teman petani maupun nelayan tradisional,’’ ujar Pardi, warga Desa Banjarsari.
Mereka mengaku baru kali ini ngopi di dasar Sungai Juwana. Sebab, baru tahun 2024 ini sungai itu mengering hingga terlihat dasarnya.
’’Ini ngopi di sini ngopi bareng. Santai di tengah sungai yang mengering,’’ imbuh warga Desa Mintobasuki.
Hal senada juga disampaikan Lasno. Ia baru-baru ini saja ngopi dan bersantai di tengah sungai. Sebab, ia baru mendapati sungai Silugonggo kering seperti ini.
Baca Juga: Tanah Gerak di Purworejo Pati Dipastikan Karena Sungai Juwana Kering
Sebelumnya, volume Sungai Silugonggo tak pernah menyusut separah ini. Masih ada aliran air yang mengalir dengan volume cukup banyak.
’’Ini paling parah tahun 2024 ini. Sebelumnya tidak sampai seperti ini. Selama saya hidup, baru kali ini melihat Sungai Juwana menyusut sampai terlihat dasarnya,’’ ucapnya.
Editor: Haikal Rosyada

