BETANEWS.ID, PATI – Usai viralnya seorang emak-emak di Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, menyiramkan air ke sebuah mobil pengangkut sound horeg milik rombongan karnaval hingga berujung intimidasi sejumlah pria peserta karnaval, desakan untuk pelarangan penggunaan horeg oleh warga terus bermunculan.
Bahkan, Polsek Margoyoso bersama Forkopimcam telah sepakat untuk melarang penggunaan sound horeg pada karnaval dalam rangka Haul Mbah Ronggo Kusumo di Desa Ngemplak Kidul, yang bakal berlangsung Kamis (15/8/2024) besok.
Baca Juga: Usai Viral Emak-emak Siram Sound Horeg, Aksi Perkelahian Kembali Terjadi di Waturoyo
Jika peserta karnaval masih nekat untuk menggunakan sound horeg pada karnaval tersebut, maka peralatan sound akan disita oleh petugas.
Terkait kontroversi penggunaan sound horeg tersebut, Pj Bupati Pati, Sujarwanto Widiatmoko mengatakan, bahwa apa yang sudah ditangani oleh institusi sebaiknya diselesaikan.
“Jadi gini, hal-hal yang telah ditangani menyangkut institusi, untuk sebaik-baiknya diselesaikan, dan kita musti patuh terhadap hukum yang berjalan,” ujar Sujarwanto, Rabu (14/8/2024).
Ia meminta agar masyarakat terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Pokoknya jaga yang baik-baik,” ucapnya singkat.
Sebelumnya diberitakan, Polsek Margoyoso bersama Forkopimcam Margoyoso telah sepakat dan memutuskan untuk melarang arak-arakan sound horeg pada Karnaval Haul Mbah Ronggokusumo.
Larangan penggunaaan sound horeg tersebut tak lepas dari imbas viralnya aksi emak-emak yang menyiram rombongan sound horeg saat karnaval Sedekah Bumi di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, pada Minggu (11/8/2024).
Pesan larangan tersebut diunggah oleh Forkopimcam Margoyoso di media sosial Facebook pada Selasa (13/8/2024). Pesan yang berupa video berdurasi sekitar 1 menit itu, terlihat Kapolsek Margoyoso AKP Joko Triyanto memimpin pengumuman.
”Dalam karnaval Haul Mbah Ronggo Kusumo, Desa Ngemplak Kidul diimbau kepada seluruh masyarakat dan peserta karnaval agar tidak membawa ataupun membunyikan sound horeg dan sejenisnya demi menjaga pelaksanaan dan ketertiban acara,” kata AKP Joko Triyanto.
Kapolsek Margoyoso menyampaikan, bila peserta karnaval Haul Mbah Ronggo Kusumo yang rencananya digelar pada Kamis (15/8/2024) tak mengindahkan larangan ini, pihaknya bakal menyita sound horeg.
”Apabila imbauan ini dan larangan ini tetap dilaksanakan peserta, maka kami Polresta Pati dan Polsek Margoyoso akan menyita sound horeg dan sejenisnya ke Polresta Pati maupun Polsek Margoyoso,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, AKP Joko Triyanto berharap, kejadian emak-emak yang viral usai menyemprotkan air ke rombongan sound horeg tak terjadi lagi.
”Iya mas ada larangan,” ucapnya singkat.
Sebelumnya, aksi seorang emak-emak yang nekat menyiram rombongan arak-arakan sound horeg viral di media sosial. Aksi tersebut, diduga karena wanita itu terganggu dengan bunyi sound horeg yang saat itu melintas di dekat rumahnya.
Di berbagai platform media sosial, baik Facebok, TikTok maupun Instagram, video aksi seorang emak-emak itu berseliweran. Di Facebook grup Kumpulan Anak Asli Pati misalnya, video tersebut ramai mendapatkan komentar netizen.
Dalam video berdurasi 1 menit itu, tampak seorang emak-emak mengenakan baju hijau bermotif dan celana hitam menyiramkan air ke rombongan karnaval yang membawa sound horeg.
Terdengar pula bunyi sound yang keras sekali. Usai aksi penyiraman yang dilakukan itu, sound kemudian dimatikan dan kemudian terjadi cekcok antara peserta karnaval dengan perempuan tersebut.
Baca Juga: Polsek Margoyoso Larang Sound Horeg, Kalau Nekat Akan Disita
Terlihat, sejumlah pria kemudian menghampiri emak-emak tersebut. Adu mulut pun tak terhenti. Bahkan beberapa saat kemudian, semakin banyak pria yang merangsek dengan emosi ke emak-emak tersebut.
Hal itu membuat emak-emak tersudutkan dan ke dalam rumah. Rumahnya pun dikerubungi sejumlah lelaki.
Editor: Haikal Rosyada

