BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus terpilih periode 2024-2029, Sandung Hidayat datang ke acara pelantikan dengan menaiki bajaj. Hal itu sebagai kritik karena mahalnya ongkos pilitik yang terjadi selama ini.
Sandung Hidayat hadir di gedung DPRD Kusus pukul 9:30 WIB dengan didampingi istri dan anaknya.
Baca Juga: Bantuan Stimulan Puso Petani Kudus akhirnya Cair
Sandung menyampaikan, sengaaja datang ke pelantikannya jadi anggota dewan naik bajaj karena ingin agar ongkos politik di Kudus ke depannya bisa murah. Menurutnya, kendaraan bajaj adalah angkutan umum di Jakarta sebagai simbol kesederhanaan.
“Kami tahu semua, bahwa ongkos politik saat ini sangat mahal. Oleh karena itu, kami ingin ke depan politik di Kudus itu bisa lebih murah,” ujar Sandung kepada awak media.
Dengan ongkos politik yang mahal, kata Sandung, maka yang akan jadi wakil rakyat duduk di dewan hanya mereka yang memiliki modal. Sehingga menghalangi mereka yang mempunyai kompeten dan kemampuan tapi minim modal.
“Saya berharap ke depan ongkos politik di Kudus bisa lebih murah. Agar mereka yang memang kompeten lebih bisa bersaing dan lebih punya peluang sebagai anggota dewan,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut.
Sebagai informasi, sandung sendiri merupakan anggota terpilih petahana. Sebelemnya, ia juga anggota DPRD Kudus periode 2014-2019 dari partai besutan presiden terpilih yakni Prabowo Subianto.
Baca Juga: Stimulan Puso Cair, Hawi: ‘Ibarat dapat Lailatul Qadar’
Hari ini, Rabu (21/8/2024) sebanyak 45 anggota DPRD Kudus terpilih mengambil sumpah jabatan, termasuk Sandung. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Aula Gedung DPRD Kudus.
Sebanyak 45 anggota DPRD Kudus terpilih periode 2024-2029 tersebut terdiri dari 9 orang dari PDIP, 7 orang dari Partai Gerindra, 7 orang dari PKB, 4 orang dari Partai Golkar, 4 orang dari PKS, 3 orang dari Nasdem, 3 orang dari PAN, 3 orang dari PPP, 3 dari Partai Demokrat dan 2 orang dari Partai Hanura.
Editor: Haikal Rosyada

