31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Inilah Keistimewaan Fosil Situs Patiayam Menurut Ahli dari Museum Sangiran

BETANEWS.ID, KUDUS – Pamong Budaya Ahli Pertama MCB Unit Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Krikilan, Reza Andreas Syahputra, menyebut fosil purba di Situs Patiayam memiliki keistimewaan ketimbang tempat lain.

Menurutnya, letak geografisnya yang tak jauh dari Pegunungan Muria, membuat Bukit Patiayam mengandung endapan vulkanik yang bagus. Terutama untuk fosil yang lebih awet dan utuh.

Disbudpar Kudus menggelar seminar kajian koleksi fosil Museum Patiayam. Foto: Kaerul Umam

“Beberapa hal uniknya itu, karena koleksinya hampir sama. Untuk kondisinya termasuk bagus, karena di lingkungan Patiayam itu, kan, tanahnya mengandung endapan vulkanik Gunung Muria purba. Jadi kondisi fosil cenderung lebih awet dan utuh,” ujarnya usai seminar hasil kajian koleksi di Museum Situs Purbakala Patiayam, Kamis (8/8/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Seminar Kajian Koleksi, Cara Museum Patiayam Kenalkan Fosil Temuan Baru

Menurutnya, saat ini sudah ada puluhan ribu fosil yang telah ditemukan masyarakat sekitar dan disimpan di Situs Patiayam. Kondisi fosil itu kebanyakan hampir utuh.

Fosil temuan warga itu lantas dikaji untuk menggali informasi dan kemudian bisa dipelajari oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan pengkajian koleksi fosil juga bertujuan sebagai registrasi nasional cagar budaya.

“Tapi kita juga menambahkan informasi terkait koleksi tersebut. Misalnya kita memberi informasi itu dari usianya sampai berapa tahun, kemudian fauna apa dan hidup di lingkungan apa,” jelasnya.

Baca juga: Museum Patiayam Tahun Ini Ajukan Proses Regnas Cagar Budaya, Apa Itu?

Andreas menuturkan, meski temuan fosil purba di Museum Situs Purbakala Patiayam ada tiga lingkungan, tapi paling banyak jumlah temuannya adalah fauna darat. Terlebih jenis hewannya bertulang belakang.

“Untuk temuan fosil di sini, ada fauna laut, rawa atau sungai dan juga darat. Tapi kebanyakan memang dari fauna darat, terlebih jenis hewan bertulang belakang,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER