31 C
Kudus
Senin, Januari 19, 2026

Harga Kopi Tinggi, Warga Japan Antusias Gelar Tradisi Wiwit Kopi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah warga Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terlihat antusias mengikuti Tradisi Wiwit Kopi di Guyangan Camp, Rabu (7/8/2024) sore. Masing-masing dari mereka terlihat membawa ambengan untuk nantinya dimakan bersama warga lainnya.

Tradisi yang sempat vakum selama kurang lebih 15 tahun itu kembali diselenggarakan setelah harga kopi melonjak hingga 200 persen.

Warga Japan makan bersama dalam Tradisi Wiwit Kopi. Foto: Kaerul Umam

Kepala Desa (Kades) Japan, Sigit Tri Harso mengatakan, Tradisi Wiwit Kopi sebagai bentuk saya syukur atas hasil panen kopi yang melimpah ruah. Apalagi, 70 persen warganya merupakan petani kopi. Hal inilah yang melatarbelakanginya membranding desanya sebagai “Negeri Kopi Lestari”.

-Advertisement-

Baca juga: Melihat Kemeriahan Gantingi di Jollong, Tradisi Mengawali Panen Kopi

“Harganya (kopi) tinggi, makanya petani kopi semangat mengadakan Wiwit Kopi. Harapannya tahun depan diadakan lagi dengan lebih meriah karena masyarakat meminta meriah,” ungkapnya.

Wiwit Kopi itu, katannya, merupakan kegiatan awal sebelum adanya panen raya. Biasanya, panen raya di Desa Japan dilakukan pada Juli, Agustus, hingga September.

“Untuk tahun ini diadakan seadanya. Ke depan rencananya akan menggelar lebih meriah lagi. Seperti tadi juga ada berbagai rangkaian acara, seperti kirab gunungan, kemudian simbolik ngruwok kopi, dan syukuran,” ujarnya.

Sebagai desa yang mayoritas warganya sebagai petani kopi, setiap tahun Desa Japan kurang lebih bisa menghasilkan 300 ton kopi. Hasil tersebut dari lahan seluas 200 hektare, baik tanah pribadi maupun tanah perhutani yang disewa 450 petani kopi.

“Untuk kualitas kopi, karena memang sistemnya tumpang sari, sehingga kopi yang dihasilkan ada rasa seperti jeruk, jagung, dan macam-macam. Jadi yang bisa merasakan bisa membedakan,” ujarnya.

Baca juga: Ini Makna Tradisi Wiwit Kopi yang Dilakukan Petani di Pegunungan Muria

Sejauh ini, lanjut Sigit, pemasaran kopi dari petani Desa Japan tak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, juga melebar sampai mancanegara. Menurutnya, negara-negara Asean, Timur Tengah hingga sampai Eropa juga kepengen berlangganan dari kopi Japan.

“Untuk varietas di sini didominasi kopi jenis robusta. Hampir 85 persen, kebanyakan penanaman kopi jenis robusta. Meskipun ada juga jenis lain seperti, Arabika dan jenis kopi Jawa,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER