31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Melihat Kemeriahan Gantingi di Jollong, Tradisi Mengawali Panen Kopi

BETANEWS.ID, PATI – Sejak pagi masyarakat di sekitar PTPN IX Jollong terlihat telah menata gunungan yang berisikan biji kopi. Gunungan itu kemudian dikirab dari desa hingga memasuki kompleks PTPN pada Kamis (27/6/2024).

Setelah didoakan gunungan itu kemudian direbut oleh warga. Acara tersebut merupakan bagian dari prosesi tradisi mengawali panen kopi. Mereka menggelar budaya yang dinamakan Gantingi.

Baca Juga: Festival Jondang, Tradisi Sedekah Bumi di Desa Kawak yang Berawal dari Hantaran Nikah

-Advertisement-

Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro tampak ikut mengawali memetik kopi. Selain itu berbagai kesenian tradisional juga dihadirkan untuk menghibur masyarakat sekaligus wisatawan yang hadir.

Pj Bupati Pati Henggar mengapresiasi digelarnya tradisi budaya yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Dia berharap hasil produksi kopi di Jollong nantinya dapat melimpah sehingga membawa peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

“Kami melihat Jollong ini potensinya cukup baik. Selain ikon kopi rupanya wisata alamnya juga sangat bagus,” dalam sambutannya.

Triyono, Manajer Kebun Jollong mengatakan, tradisi Gantingi merupakan wujud syukur sebelum dimulainya panen atau wiwit kopi. Dalam tradisi ini mereka berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

“Kegiatan ini kami gelar selain untuk mensyukuri hasil panen juga untuk melestarikan seni budaya yang telah ada bertahun-tahun. Kami harapkan generasi muda dapat ikut melestarikannya,”ujarnya.

Selain itu dia berharap lewat agenda tahunan itu dapat ikut mempromosikan agro wisata yang ada di Jollong. Sehingga nantinya bisa dikenal tak hanya di lokal Pati namun juga di level nasional.

Triyono menyebut saat ini PTPN Jollong mengelola 530 hektare. Selain komoditi kopi ada juga jeruk, jeruk pamelo, buah naga yang dipaketkan dengan agro wisata.

“Untuk produksi tahun ini kami menargetkan mampu menghasilkan 250 ton kopi basah,” imbuhnya.

Dia menyebut, kopi Jollong memiliki keunggulan tersendiri bila dibandingkan kopi dari daerah lain. Kopi Jollong memiliki karakter lebih kuat. Baik dari sisi rasa maupun aroma.

“Kopi jollong cukup unik, pahitnya kuat asamnya walau sedikit juga terasa gurihnya pun muncul. Begitupula aroma di hidung juga strong,” ucapnya.

Baca Juga: Sanggar Tari Bougenville Hanya Bayar Pendaftaran Rp100 Ribu, Muridnya Kini 200 Anak

Sementara itu, Maimunah, salah satu warga yang ikut rebutan gunungan meyakini, dengan mendapatkan hasil bumi yang ada di gunungan, akan memberikan berkah.

“Ya mudah-mudahan panennya berlimpah, kemudian hasil bumi juga melimpah. Lancar rezekinya,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER