31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Tradisi Tebokan Jenang, Cara Warga Kaliputu Peringati Satu Muharram

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga terlihat antusias melihat Tradisi Tebokan Jenang di sepanjang Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Minggu (7/7/2024). Mayoritas dari mereka mengangkat telepon pintarnya untuk mengambil foto atau video.

Tradisi tahunan untuk menyambut satu Sura (Muharram) itu memang berlangsung meriah. Terdapat berbagai gunungan jenang dengan hiasan menarik dan belasan orang membawa tebok atau nampan berisi jenang. Bahkan ada juga yang memperagakan proses pembuatan jenang hingga pembungkusan di mobil bak terbuka.

Tradisi Tebokan Jenang di sepanjang Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Minggu (7/7/2024). Foto: Kaerul Umam

Kepala Desa Kaliputu, Widiyo Pramono, mengatakan, tradisi yang sudah berlangsung 12 tahun itu awalnya diinisiasi oleh para pengusaha jenang. Tujuannya untuk mengangkat Jenang Kaliputu sebagai ikon lokal agar dikenal seluruh warga Kudus dan Indonesia

-Advertisement-

Baca juga: Kirab Budaya Adri Shangkara Tampilkan Sejarah Desa Menawan

“Jadi awalnya hanya syukuran biasa yang diadakan di masjid. Namun semakin ke sini tradisi ini digelar secara meriah untuk memperkenalkan Jenang Kaliputu, supaya bisa dikenal di Jawa Tengah, bahkan Indonesia secara luas,” ungkapnya.

Tak hanya kirab, pihaknya juga melombakan gunungan itu dengan penilaian berupa kerapian hiasan tebok, kreasi gunungan, kostum, performa, dan jumlah personel.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokdarwis Kaliputu, Supriyono, menjelaskan, Tradisi Tebokan ini merupakan wujud syukur atas keberhasilan pengusaha jenang Kaliputu. Dahulu, usaha jenang dimulai dari skala kecil dan kini telah berkembang pesat.

“Setiap RT diharuskan membuat minimal lima gunungan. Penilaian dilakukan di panggung utama, sehingga peserta dapat menikmati pertunjukan dengan lebih maksimal,” tuturnya.

Baca juga: Sanggar Tari Bougenville Hanya Bayar Pendaftaran Rp100 Ribu, Muridnya Kini 200 Anak

Pada tahun ini, jumlah pengusaha jenang yang berpartisipasi mencapai 25 orang dan 18 RT. Perbedaan utama dari tahun-tahun sebelumnya adalah seluruh peserta kini harus tampil di panggung untuk dinilai.

Camat Kota, Andrias Wahyu Adi Setiawan, mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan rutin oleh masyarakat Kaliputu. Menurutnya, hal itu dapat memperkenalkan Jenang ke seluruh Indonesia, sehingga bisa menjadi produk yang dapat bersaing secara nasional.

“Kami sangat mendukung dan apresiasi atas upaya warga Desa Kaliputu dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER