BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga tumplek blek melihat Kirab Budaya Adri Shangkara di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Kegiatan tahunan itu mengarak beberapa gunungan berisi sayur, buah, dan lain-lain sebagai bentuk syukur atas melimpahnya hasil bumi.
Kepala Desa Menawan, Tri Lestari mengatakan, kirab tersebut menjadi bagian Menawan Mantu yang sudah berlangsung sejak Mei dan berakhir Agustus mendatang.

“Kegiatan Menawan Mantu adalah event tahunan yang menggerakkan perekonomian masyarakat. Mereka mengeluarkan anggaran yang luar biasa. Tentunya Pemdes mendukung penuh kegiatan ini,” tuturnya, Minggu (7/7/2024).
Baca juga: Melihat Kemeriahan Gantingi di Jollong, Tradisi Mengawali Panen Kopi
Menurutnya, 50 persen anggaran acara tersebut bersumber dari swadaya masyarakat. Pihaknya hanya menyumbang sebagian dari APBDes.
Anggaran tersebut untuk membuat enam gunungan dari perwakilan RW dan berbagai keperluan lain. Gunungan tersebut kemudian diperebutkan warga sebagai simbol untuk mencari keberkahan hidup.
Namun sebelumnya, ada persembagan drama kolosal yang menceritakan asal usul Desa Menawan yang masih terbilang primitif.
“Drama yang ditampilkan ini, menggambarkan Desa Menawan yang warganya masih banyak bermabuk-mabukan, berjudi. Tapi dengan kepemimpinan yang baru, alhamdulillah bisa berangsur-angsur lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Festival Jondang, Tradisi Sedekah Bumi di Desa Kawak yang Berawal dari Hantaran Nikah
Sementara itu, Camat Gebog, Fariq Mustofa, menambahkan, kegiatan itu sangat bagus dalam peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Desa Menawan. Dia berharap, kegiatan itu bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Gebog.
“Tentu sangat senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Saya berharap, di masing-masing desa di Kecamatan Gebog ini juga dilakukan hal serupa, untuk menampilkan masing-masing potensi desanya masing-masing,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

