31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Tempe Bungkus Daun Jati Memang Enak Banget, Kamu Setuju?

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria terlihat sedang mengukus kedelai dalam wadah besar di rumah produksi tempe milik Mulyadi (52), Jalan Raya Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mereka bekerja secara bergelombang agar bahan utama tempe itu bisa segera dibungkus oleh beberapa wanita di ruang lain.

Yang menarik, produsen tempe tersebut menggunakan bungkus daun jati bukan plastik atau daun pisang. Usaha turun temurun yang sudah berjalan belasan tahun itu juga menggunakan kedelai kualitas terbaik untuk menghasilkan tempe yang enak.

“Memang nggak bisa sembarangan kedelainya, harus dipilih kualitas yang terbaik, karena bisa memengaruhi hasil tempenya. Biasanya untuk kedelai saya beli dari Kudus saja,” ujarnya, Sabtu (25/05/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Pabrik Tahu Pak Sholeh di Sunggingan Ini Produksi Tahu Inul Lho, Segini Harganya 

Dirinya menjelaskan, proses pertama dalam pembuatan tempe adalah perendaman kedelai mentah selama 30 menit dan setelah itu masuk proses perebusan.

“Biasanya perebusan dilakukan hingga kedelai benar-benar matang sempurna. Pokoknya sekira kedelainya sudah mulai matang bisa diangkat,” ucap Mulyadi.

Setelah itu, lanjut dia, kedelai direndam lagi selama semalaman di dalam tong plastik. Kemudian, pagi harinya kedelai dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan air sisa rebusannya.

“Setelah kedelai bersih lalu dimasukkan ke dalam mesin pemecah biji kedelai sedikit demi sedikit. Lalu kedelai dicuci kembali hingga sisa airnya bening dan bersih,” ungkap Mulyadi.

Barulah setelah proses panjang tersebut kedelai dibubuhi ragi. Biasanya Mulyadi menggunkanan sekitar empat sendok makan untuk 1,5 kuintal kedelai. Setelah pemberian ragi, kedelai diaduk hingga merata.

“Setelah merata, barulah langkah selanjutnya mengeluarkan air rendaman kedelai tersebut. Kemudian, setelah kadar air sudah mulai berkurang, memasukkan sedikit demi sedikit kedelai tersebut ke dalam karung,” bebernya.

Baca juga: Supplier Ikan Pak Mito Jadi Satu-Satunya yang Berani Stok Gurami di Kudus Meski Rawan Rugi

Menurut Mulyadi, fungsi kedelai dalam karung itu untuk meniriskan air. Setelah tiris, kemudian kedelai itu dibungkus dengan daun jati.

“Sampai tempe jadi dan siap edar itu nunggu waktu tiga hari untuk fermentasi. Kalau lebih dari itu malah bisa busuk tempenya,” ujarnya.

Mulyadi melanjutkan, biasanya dalam proses pembuatan tempe suhu ruangan cukup memengaruhi kualitas tempe. Menurutnya, tempe cocok berada di tempat dengan suhu yang dingin.

“Soalnya raginya itu udah panas, biasanya proses pembuatan tempe itu menyesuaikan suhu kalau pas panas, ya, raginya sedikit. Pas dingin raginya banyak,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER