BETANEWS.ID, PATI – Polisi masih terus melakukan pengembangan terkait dengan kasus dugaan keracunan massal yang dialami ratusan karyawan PT Sejin Fashion Indonesia pada Selasa (16/7/2024) lalu.
Kasat Reskrim Polresta Pati mengatakan, bahwa pihaknya sampai saat ini sudah memeriksa sebanyak 11 saksi. Baik itu dari pihak perusahaan hingga penyedia katering.
Baca Juga: Korban Keracunan Massal di PT Senjin Capai 310 Orang
Meski begitu, pihaknya hingga sekarang menyebut belum ada penetapan tersangka dalam kasus keracunan massal yang menimpa karyawan pabrik garmen yang berlokasi di Kecamatan Margorejo, Jalan Raya Pati-Kudus itu.
“Belum ada (tersangka). Masih menunggu hasil laboratorium, ” ujar Kasat melalui WhatsApp, Kamis (18/7/2024).
Sebelumnya ia menjelaskan terkait dengan kronologi peristiwa dugaan keracunan massal yang dialami karyawan PT Sejin Fashion Indonesia itu. Katanya, pada Selasa (16/7/2024) siang sekitar pukul 14.00 WIB, mendapatkan laporan adanya dugaan keracunan yang dialami sejumlah karyawan PT Sejin.
“Ya, sekitar pukul 14.00 WIB, kami mendapatkan adanya dugaan keracunan yang dialami sejumlah karyawan pabrik garmen yang ada di Jalan Raya Pati-KudusPati-Kudus, ” Kata Kompol Alfan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, katanya, sekitar pukul 11.30 WIB, para karyawan makan siang di kantin pabrik. Kemudian, selang sejam kemudian, beberapa karyawan mengeluh mual dan berobat ke klinik.
Namun katanya, jumlah karyawan yang mengalami mual justru bertambah banyak. Oleh pihak perusahaan, kemudian mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Pati dan Kudus.
Kasat juga menyebut, berdasarkan hasil pengecekan sementara terhadap beberapa karyawan yang dirawat di sejumlah rumah sakit, mereka mengalami keluhan mual dan pusing hingga muntah.
Lebih lanjut Kompol Alfan menyampaikan, berdasarkan hasil pendalaman sementara, bahwa makanan yang dikonsumsi karyawan tersebut disediakan pihak perusahaan yang bekerja sama dengan katering.
Sementara itu, Kepala Dinkes Pati Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, korban dugaan keracunan massal yang terjadi di PT Sejin Fashion Indonesia mencapai 310 orang.
Ia menyebut, dari jumlah 310 orang tersebut, mereka yang diduga keracunan itu dirawat di lima rumah sakit yang ada di Pati dan Kudus.
“Mereka ini yang dirujuk ke KSH Pati sebanyak 111 orang, RSUD Soewondo 51 orang, RS Nurusyifa Kudus sebanyak 87 orang, Mitra Bangsa 35 orang dan di Rumah Sakit Fastabiq sebanyak 26 orang,” ujar Aviani.
Dirinyav menyebut, dari total 310 pasien tersebut, hanya 41 yang dirawat inap. Selebihnya rawat jalan dan ada dua yang diobservasi.
Katanya, mayoritas pasien, sebanyak 306 orang, mengalami gejala mual dan pusing. Sementara, 51 lainnya mengalami muntah dan nyeri perut, mual dan pusing.
Baca Juga: 9 Korban Keracunan Massal Harus Diopname di RSUD Soewondo Pati
Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen di Pati itu, Dinkes Pati telah mengambil sampel makanan dan muntahan dari tempat kejadian untuk diuji di laboratorium.
“Sampel makanan kami bawa. Karena (laboratorium) di Pati belum bisa memeriksa, maka kami bawa sampel-sampel makanan dan muntahan pasien ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.
Editor: Haikal Rosyada

