Korban Keracunan Massal di PT Senjin Capai 310 Orang

BETANEWS.ID, PATI – Korban dugaan keracunan massal yang terjadi di PT Sejin Fashion Indonesia mencapai 310 orang. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati per Rabu (17/7/2024).

Kepala Dinkes Pati Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, dari jumlah 310 orang tersebut, mereka yang diduga keracunan itu dirawat di lima rumah sakit yang ada di Pati dan Kudus.

Baca Juga: Soal Ratusan Karyawannya yang Keracunan Massal, PT Sejin Tertutup untuk Wartawan

-Advertisement-

“Mereka ini yang dirujuk ke KSH Pati sebanyak 111 orang, RSUD Soewondo 51 orang, RS Nurusyifa Kudus sebanyak 87 orang, Mitra Bangsa 35 orang dan di Rumah Sakit Fastabiq sebanyak 26 orang, ” ujar Aviani, Rabu (17/7/2024).

Dari data tersebut, korban yang diduga mengalami keracunan bertambah. Yakni, berdasarkan data yang masuk kemarin, jumlahnya di angka 200 orang lebih.

Untuk diketahui, ratusan karyawan tersebut mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan lemas, usai menyantap makan siang di kantin pabrik, Selasa (16/7/2024).

Aviani menyebut, dari total 310 pasien tersebut, hanya 41 yang dirawat inap. Selebihnya rawat jalan dan ada dua yang diobservasi.

Katanya, mayoritas pasien, sebanyak 306 orang, mengalami gejala mual dan pusing. Sementara, 51 lainnya mengalami muntah dan nyeri perut, mual dan pusing.

Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan karyawan pabrik garmen di Pati itu, Dinkes Pati telah mengambil sampel makanan dan muntahan dari tempat kejadian untuk diuji di laboratorium. 

“Sampel makanan kami bawa. Karena (laboratorium) di Pati belum bisa memeriksa, maka kami bawa sampel-sampel makanan dan muntahan pasien ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Baca Juga: Ratusan Karyawan PT Sejin Pati Keracunan, Dilarikan ke 5 Rumah Sakit

Menurutnya, hasil uji sampel laboratorium akan keluar dalam sepekan hingga dua pekan mendatang.  Namun, pihaknya akan meminta agar proses bisa dipercepat.

“Kami belum bisa memastikan keracunan makanan, tapi curiga ke arah situ. Kepastiannya nanti tunggu hasil uji sampel, apakah memang mengandung bahan-bahan yang menimbulkan keracunan atau tidak,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER