31 C
Kudus
Jumat, Juli 12, 2024

Pemkab Kudus Ajak Perusahaan Ikut Bantu Kurangi Pengangguran

BETANEWS.ID, KUDUS –  Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus  mengajak perusahaan untuk mengurangi tingkat pengangguran.

Salah satu upaya yang musti dilakukan adalah melaporkan lowongan kerja ke pihak dinas. Pelaporan itu sebagai tindaklanjut surat edaran (SE) dari Pj Bupati Kudus Nomor 500.15.1/1408.2/2024, tentang wajib lapor lowongan pekerjaan dan penempatan tenaga kerja.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, mengatakan, di Kabupaten Kudus setidaknya ada 1.219 perusahaan, baik skala kecil, menengah, maupun besar. Hal itu tentunya banyak perusahaan yang membuka  lowongan pekerjaan.

-Advertisement-

Baca juga: Pengangguran di Kudus Masih Didominasi Laki-Laki, Ternyata Karena Ini

Ia menyampaikan, saat ini ada sekitar 250 perusahaan yang baru melaporkan dengan lengkap sesuai lowongan kerja ke pihak dinas. Laporan itu meliputi jumlah tenaga kerja, tata kelola perusahaan yang layak untuk serikat pekerjanya, peraturan perusahaan, dan perjanjian bersama.

“Untuk total yang dibutuhkan tenaga kerja di Kudus, masing-masing perusahaan berbeda. Contoh di PT Djarum, banyak sekali membutuhkan tenaga kerja. Khususnya tenaga kerja wanita untuk giling batil. Bahkan, ratusan (orang) pun akan diterima, akan tetapi belum ada sampai sejumlah itu,” ungkapnya usai kegiatan sosialisasi di aula KIHT Kudus, Senin (1/7/2024).

Menurutnya, tingkat penganggutan terbuka (TPT) Kudus naik 0,4 persen dari 3,21 menjadi 3,25 persen. Makanya, pihaknya mengimbau pencari kerja agar tak pilih-pilih pekerjaan. Sebab sesuai ketentuan, masa kerja selama 0-1 tahun medapatkan dasar upah UKM.

HRD PT Djarum, Yohanes Ariyanto, menambahkan, pihaknya mendukung adanya program kerja dinas terkait adanya pelaporan lowongan pekerjaan di perusahaan. Hal itu memudahkan pihak dinas untuk mengetahui data lowongan kerja.

Baca juga: Jumlah Pengangguran di Kudus pada 2023 Capai 15,8 Ribu Orang

“Memang di industri rokok, terutama di karyawati borong banyak kebutuhan. Kebutuhan rokok juga cukup tinggi terutama untuk sigaret kretek tangan (SKT). Maka kami bisa dibilang setiap pekan membutuhkan karyawati yang mau bekerja di bagian borong giling di SKT,” ujarnya.

Ari mengungkapkan, faktor utama susahnya mencari karyawan baru saat ini, lantaran warga Kudus sudah banyak yang bekerja. Selain itu juga karena pencari pekerja sekarang lebih memilih-milih pekerjaan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER