31 C
Kudus
Rabu, Desember 17, 2025

Pengangguran di Kudus Masih Didominasi Laki-Laki, Ternyata Karena Ini

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencatat, jumlah pengangguran terbuka di Kota Kretek tahun 2023 mencapai 15,8 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, laki-laki jadi penyumbang terbanyak.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, mengatakan, jumlah laki-laki pengangguran di Kudus selama 2023 mencapai 3,51 persen dari penduduk angkatan kerja di Kudus. Sedangkan untuk perempuan di angka 2,91 persen.

“Jumlah pengangguran terbuka pada laki-laki di Kudus kurang lebih berjumlah 9,5 ribu orang, sementara perempuan sebanyak 6,3 ribu jiwa,” ujar Eko kepada Betanews.id di Kantor BPS Kudus, Jumat (1/11/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Jumlah Pengangguran di Kudus pada 2023 Capai 15,8 Ribu Orang

Eko mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pengangguran di Kudus masih didominasi oleh kaum Adam, salah satunya banyaknya perusahaan rokok sigaret kretek tangan (SKT).

“Perusahaan rokok SKT ini kan banyak sekali menyerap tenaga kerja perempuan. Sehingga itu jadi faktor utama, perempuan di Kudus banyak yang bekerja dan tidak menganggur,” bebernya.

Selain itu, lanjut Eko, laki-laki di Kabupaten Kudus cenderung pemilih dalam hal pekerjaan. Mereka tidak mau bekerja yang tidak sesuai bidangnya atau gaji gaji yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan.

“Mereka lebih memilih menganggur dari pada dapat gaji yang tidak sesuai,” jelas Eko.

Ia mengatakan, meski pengangguran di Kudus masih didominasi oleh laki-laki, tapi sebenarnya jumlah kaum Adam di Kudus yang menganggur mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada 2022 yang menganggur 11,5 ribu orang, tahun ini turun jadi 9,5 ribu.

Baca juga: Masan Dorong Pemkab Kudus Beri Subsidi Pupuk di Luar Alokasi Pemerintah Pusat

Sementara yang perempuan terjadi kebalikannya. Jumlah perempuan menganggur di Kudus tahun ini sebanyak 6,3 ribu orang, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang berjumlah 4,4 ribu jiwa.

“Naiknya jumlah perempuan menganggur di Kudus ini bisa disebabkan karena pernikahan. Bisa jadi sebelum menikah perempuan itu bekerja, tapi setelah menikah mereka memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga saja,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER