31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Pasar Tradisional Sepi Pembeli, Pedagang Diminta Beralih ke Pasar Online

BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus menyoroti sepinya pembeli yang datang ke pasar tradisional di Kota Kretek. Lesunya pasar tradisional dinilai akibat gempuran pasar online yang kini lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk berbelanja.

Hal tersebut mencuat saat Public Hearing Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pengembangan Pasar Rakyat, yang digelar Panitia Khusus (Pansus) 3 DPRD Kudus, di Aula Gedung DPRD Kudus, Jumat (5/7/2024). Acara untuk menyerap aspirasi dari masyarakat itu, digelar guna mencari solusi sepinya pasar tradisional.

Ketua Pansus 3 DPRD Kudus, Noor Hadi mengatakan, dalam kegiatan public hearing ini diundang sejumlah paguyuban pedagang pasar tradisional. Selain itu juga diundang pelaku pasar modern yang diwakili oleh pihak Superindo Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Parkir Kudus Semrawut, Dewan Mulai Bahas Ranperda Penataan dan Pengelolaan Parkir

“Tujuan dari public hearing ini untuk menyerap aspirasi para pedagang. Kami ingin mencari solusi agar pasar tradisional di Kudus tak lagi sepi dan ekonomi bisa kembali bergeliat,” ujar Noor Hadi kepada kepada Betanews.id usai acara.

Selain memberikan masukan, ungkap Noor Hadi, para pedagang juga banyak yang menyampaikan keluhan. Sebagian besar keluhan yang disampaikan para pedagang yakni sepinya pembeli yang datang ke pasar tradisional.

“Untuk hal itu, kami akan upayakan agar pedagang pasar tradisional di Kudus mulai merambah ke pasar online. Kami akan usahakan adanya pelatihan digitalisasi bagi para pedagang pasar tradisional,” bebernya.

Tak hanya pelatihan, pihaknya juga akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Fasilitas itu di antaranya dengan menghadirkan internet dengan kecepatan mumpuni. Selain posting dagangan, para pedagang nantinya juga bisa melakukan live berjualan di platform jual beli.

Baca juga: Kesulitan Cari Tenaga Kerja di Kudus, PT Djarum Ekspansi ke Solo Raya

“Internet tersebut nantinya bisa diakses sampai ke lorong-lorong pasar tradisional. Sehingga, para pedagang tak akan kesulitan sinyal ketika berjualan online,” ungkapnya.

Dia mengatakan, secara umum tujuan Ranperda Perlindungan dan Pengembangan Pasar Rakyat adalah untuk menata pasar rakyat atau pasar-pasar tradisional di Kudus. Penataan ini penting, agar pasar-pasar di Kabupaten Kudus ini bisa lebih baik.

“Termasuk pedagang asongan yang ada di pasar-pasar yang di sekitar pabrik rokok ini nanti juga harus ditata. Sebab, pedagang asongan tersebut sering mangkal di tepi jalan ketika jam buruh rokok pulang, sehingga terjadi kesemrawutan dan macet,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER