31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Ngalap Berkah 1 Sura, Ratusan Warga Srikandang Jepara Gelar Tradisi Pager Gesek

BETANEWS.ID, JEPARA – Menyambut tahun baru Islam, Ratusan warga Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara menggelar Tradisi Pager Gesek di Punden Baleromo, Minggu (7/7/2024).

Kepala Desa Srikandang, Ahmad Shohib, mengatakan, tradisi tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sedekah bumi. Tradisi tersebut diadakan setiap dua tahun sekali.

Ia menjelaskan, ratusan warga yang menghadiri tradisi tersebut datang dengan membawa pager gesek, yaitu nasi lengkap dengan lauk pauk yang ditambah dengan gesek atau imbal ikan asin yang dijepit menggunakan bambu.

-Advertisement-

Baca juga: Kirab Budaya Adri Shangkara Tampilkan Sejarah Desa Menawan

Kegiatan tersebut dimulai dengan tabuhan kentongan di Punden Baleromo, kemudian dilanjutkan dengan tahlil, tausiyah, doa, dan makan bersama. Sebelum mengadakan tradisi tersebut, pada malam harinya juga diadakan doa bersama di punden.

“Gesek yang dijepit tadi itu ada filosofinya. Waktu zaman dulu, kan, serba kekurangan dan keterbatasan, makanya geseknya di jepit biar kebagian satu-satu dan tidak rebutan,” jelasnya.

Shohib mengatakan, Tradisi Pager Gesek ini tidak hanya diikuti oleh warga Desa Srikandang saja, melainkan berbagai desa seperti Kancilan, Papasan, dan Tengguli.

“Yang hadir kurang lebih 400-500 warga. Ada ribuan pager gesek yang dibawa warga. Setiap warga membawa kurang lebih 25 pager gesek, ada yang dimakan di sini setelah didoakan, ada yang dibawa pulang biar yang dirumah ikut merasakan berkahnya,” katanya.

Tradisi ini rutin digelar karena dipercaya dapat melindungi dari segala hal buruk yang akan datang. Selain itu, tradisi ini menjadi salah satu wujud syukur warga atas rahmat, karunia, kesehatan, dan hasil bumi Desa Srikandang.

Baca juga: Festival Jondang, Tradisi Sedekah Bumi di Desa Kawak yang Berawal dari Hantaran Nikah

Salah satu warga, Sri Putri Ayu (29),  mengaku cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Setiap dua tahun sekali ia pasti selalu datang saat tradisi tersebut diadakan.

“Setiap 2 tahun sekali pasti ikut, ini saya bawa pager gesek, nasi, sama hasil bumi. Tadi bawa banyak lebih dari 25 pager gesek. Buatnya dari tepung gandum sama ikan teri. Sisanya ini dibawa pulang biar nanti bisa nikmatin berkah bareng keluarga,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER