31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

4 Bulan Pertama 2024, Kerugian Kudus Akibat Bencana Capai Rp38 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, sejak Januari sampai Maret 2024, telah terjadi 96 bencana. Rinciannya, bencana banjir ada 30 titik, tanah longsor 9 titik, dan cuaca ektrim 57 titik. Jumlah kerugian yang dialami dalam periode triwulan itu mencapai sekitar Rp38 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus, Sri Wahyuni mengatakan, total sebanyak puluhan bencana selama tiga bulan awal tahun 2024 itu didominasi bencana banjir. Dimana peristiwa banjir yang terjadi, melanda di beberapa wilayah Kabupaten Kudus dan merendam ratusan rumah warga.

Baca Juga: Anggota DPRD Kudus Dorong Pemkab Tingkatkan Serapan Anggaran

-Advertisement-

“Periode triwulan kebencanaan di Kabupaten Kudus bencana hidrometeorologi masih sangat dominan di bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah dengan ketinggian air mencapai 20-200 centimeter,” bebernya, Rabu (3/7/2024).

Selain bencana banjir, katanya, tanah longsor juga mengakibatkan rumah rusak ringan hingga berat. Lalu cuaca ektrim yang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik berdampak pada akses jalan terganggu dan menyebabkan nyawa melayang.

“Akibat dari bencana ini, 119 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kemudian, selain itu juga merusak 288 fasilitas. Di antaranya fasilitas pendidikan, peribadatan, dan kesehatan,” ungkap wanita asal Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tersebut.

Sehingga untuk itu, pihaknya ingin dalam penanggulangan bencana diperlukan pentahelix (sinergi dan kolaborasi) bersama-sama. Artinya tidak hanya dari BPBD saja yang melakukan penanggulangan hingga penanganan bencana. Tapi semua stakeholder seperti pemerintah, media masa, masyarakat, akademisi pakar, dan dunia usaha terlihat untuk kebencanaan.

“Dengan kerjasama itu, maka nantinya Kebencanaan yang ada akan lebih mudah dan cepat dalam penanggulangan maupun penanganan bencana,” jelasnya.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Kudus Akan Tiba di Tanah Air Mulai Pekan Depan

Ia menambahkan, dalam siklus penanggulangan bencana, ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni pra bencana, tanggap bencana, dan pasca bencana. Dimana pra bencana yang dilakukan adalah pengurangan resiko, kesiapsiagaan, dan peringatan dini.

“Kemudian untuk tanggap bencana harus melakukan, evaluasi, pendataan, dan pelaporan. Terakhir pasca bencana, melakukan transisi ke pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER