31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Penganut Islam Aboge Jepara Gelar Kenduren Iduladha, Salat Id Tetap Ikut Pemerintah

BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan Penganut Islam Alif Rebo Wage (Aboge) di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengadakan kegiatan selametan atau kenduren untuk merayakan Iduladha. Sesuai penanggalan Aboge, tanggal 10 Dzulhijjah baru jatuh pada hari ini, Rabu (19/6/2024).

Pukul 05.30 WIB, warga mulai berdatangan ke Balai Desa Sukodono yang menjadi pusat berbagai kegiatan tradisi di desa tersebut. Warga datang dengan membawa tadahan, semacam nampan berbentuk persegi namun terbuat dari kayu. 

Warga penganut Islam Aboge di di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara menggelar tradsi Kenduren untuk rayakan Iduladha, Rabu (19/6/2024). Foto: Umi Nurfaizah

Tadahan tersebut berisi nasi serta berbagai macam lauk pauk. Selain itu, setiap warga juga membawa mangkuk dari daun pisang berisi kembang boreh dan wajib berupa uang. Nominalnya disesuaikan dengan kemampuan warga, mulai dari Rp2-10 ribu.

-Advertisement-

Baca juga: Usai Salat Iduladha, Warga Desa Wedusan Gelar Tradisi Kondangan

Kembang boreh beserta wajib kemudian dikumpulkan menjadi satu. Setelah terkumpul, kepala desa dan tukang ujub atau pemimpin kegiatan tradisi membakar kemenyan sembari memanjatkan doa serta hajat kepada yang Maha Kuasa.

Setelah itu, kembang boreh yang sudah dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah ancak kemudian dibawa berkeliling ke setiap peserta kenduren. Mereka mengoleskan boreh atau parutan kunir di leher sebagai tanda sudah mengikuti kegiatan.

“Kalau itu sudah, baru kenduren atau selametan dimulai. Pertama, ada informasi dari kepala desa kalau ada. Kalau tidak, kemudian tukang ujub menyampaikan hajat kenduren lalu dilanjut dengan doa bersama,” jelas Kepala Desa Sukodono, Sagiman.

Setelah kenduren selesai, warga kembali pulang ke rumah masing-masing sambil membawa tadahan yang dibawa.

Sagiman menjelaskan, Ajaran Aboge di Desa Sukodono hanya diterapkan dalam setiap kegiatan tradisi. Sedangkan untuk kegiatan ibadah keagamaan tetap mengikuti tanggal yang ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Perang Obor, Tradisi Ekstrem Penolak Balak di Tegalsambi Jepara

“Jadi Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurbannya, ya, sudah kemarin, hari Senin. Hari ini hanya kegiatan tradisinya, karena Aboga di Sukodono hanya tradisi, bukan ritual keagamaan,” ujarnya.

Sistem penanggalan Aboge, menurutnya, memiliki rentang perbedaan satu hari dengan tanggal yang ditetapkan oleh Pemerintah. Setiap delapan tahun sekali, penanggalan Aboge akan berbarengan dengan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Biasanya jaraknya itu hanya satu hari dari yang ditetapkan pemerintah, cuma tahun ini jaraknya berbeda dua hari,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER