31 C
Kudus
Sabtu, Juli 13, 2024

Miliki Kandungan Asam Humat Tinggi, Pupuk Eceng Gondok Pas Diterapkan di Lahan Pertanian Rawan Banjir

BETANEWS.ID, PATI – Kelompok pegiat lingkungan yang tergabung dalam Jaringan Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) membuat inovasi membuat pupuk organik berbahan dasar eceng gondok.

Ari Subekti, salah satu anggota Jampisawan mengatakan, pupuk organik berbahan eceng gondok tersebut, disebutnya memiliki kandungan asam humat yang tinggi.

Baca Juga: Waduh, PPDB SMA di Pati Diwarnai Temuan Belasan KK yang Terindikasi Palsu

-Advertisement-

“Berdasarkan literasi yang kami baca, eceng gondok ini kan mengandung asam humat yang tinggi. Asam humat itu, merupakan unsur pembenahan tanah dan akan mengikat unsur hara agar tidak hanyut ketikan banjir, ” ujar Ari, Jumat (28/6/2024).

Dengan kandungan tersebut, menurutnya pupuk eceng gondok itu sangat pas bila diaplikasikan ke lahan pertanian yang rawan banjir. Sebab, asam humat bisa mengikat unsur hara dan tidak larut terbawa banjir.

Ia menyebut, untuk produksi pupuk eceng gondok, untuk setiap 100 meter persegi bisa menghasilkan 400 kilogram cacahan eceng gondok.

“Yang sudah kami lakukan, dari 100 meter persegi Sungai Juwana yang ada eceng gondok, kami bisa memproduksi 400 kilogram cacahan enceng gondok. Ketika dijadikan pupuk padat bisa menjadi 700 kilogram, ” ungkapnya.

Sedangkan, ketika dijadikan pupuk cair, bisa menghasilkan yang lebih banyak lagi. Ia mencontohkan, dalam sehari, pihaknya bisa memproduksi dia drum pupuk cair dari eceng gondok. Untuk satu drum, bisa berisi 200 liter.

Ari juga menyampaikan, bahwa pupuk eceng gondok yang dibuat juga sudah diaplikasikan ke demplot. Seperti halnya di lokasi pertanian di Gabus.

Baca Juga: Jadi Biang Pendangkalan Sungai, Jampisawan Bikin Eceng Gondok jadi Pupuk

Di tempat itu, pupuk organik dari eceng gondok diterapkan di lahan pertanian tanaman timun suri. Di sana, pihaknya membuat dua perbandingan. Yakni, satu murni menggunakan aceng gondok dan yang kedua ada campuran pupuk eceng gondok dan pupuk kimia.

“Hasilnya ternyata bagus yang menggunakan asam humat murni. Kemudian, untuk tanaman jagung juga sudah kami coba, dan hasilnya juga bagus. Kami juga mencoba di tanaman padi, tapi sampai sekarang belum kelihatan hasilnya,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER