31 C
Kudus
Rabu, Juni 19, 2024

Kuatkan Nilai Sejarah, Puluhan Koleksi Produk Nojorono di Museum Kretek Dikaji

BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek menggelar kajian 47 koleksi hibah dari PT Nojorono Kudus, Senin (10/6/2024). Dalam program ini, hadir sebagai narasumber adalah Direktur PT Nojorono Tobacco International, Arief Goenadibrata dan Budayawan Kudus, Prayitno.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, menjelaskan, proses pengkajian koleksi ini bermaksud untuk menguatkan nilai sejarah koleksi tersebut. Apalagi, Museum Kretek menjadi salah satu sumber pengenalan kebudayaan kepada masyarakat.

Museum Kretek menggelar kajian 47 koleksi hibah dari PT Nojorono Kudus, Senin (10/6/2024). Foto: Ist

”Dalam kajian ini koleksi yang ada dicatat kembali, baik secara deskriptif ataupun latar belakangnya. Tujuannya untuk bisa menghadirkan informasi yang lengkap, mudah dipahami, dan dapat mengedukasi,” ujar Tika melalui siaran tertulisnya kepada Betanews.id, Selasa (11/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: 639 Koleksi Kertas Museum Kretek Butuh Konservasi, tapi Tahun Ini Hanya Fokus 40 Koleksi

Budayawan Kudus, Prayitno, menggarisbawahi tentang pentingnya informasi yang tersaji pada setiap koleksi. Pada proses pengkajian harus bisa membedah segala unsur informasinya. Sehingga, ketika nanti koleksi tersebut dipamerkan, akan memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

”Ketika koleksi jadi konsumsi publik, dilihat masyarakat luas akan sangat baik jika disertakan dengan narasi yang berisi pengetahuan literasi koleksinya,” ucapnya.

Direktur PT Nojorono Tobacco International, Arief Goenadibrata, menceritakan sejarah Nojorono Kudus lintas masa yang tertuang dalam koleksi produk hingga alat. Dimulai dari arti nama Nojorono dalam aksara yang diwakili makna cipta, karsa, rasa, dan cahya.

Cipta mengacu pada awal cerita pendiri dan para pendahulu membangun perusahaan. Karsa direpresentasikan dari alat  kerja seperti meja giling dan timbangan yang berperan sebagai alat pendukung produksi, dan barang promosi sebagai media pendukung pemasaran.

Rasa adalah nilai-nilai dan prinsip warisan leluhur yang senantiasa mengiringi langkah visi dan misi Nojorono Kudus sebagai sebuah entitas bisnis, yang tak hanya berfokus pada keuntungan namun pentingnya menghembuskan “roso” dalam setiap karya.

Baca juga: Konservasi Koleksi Bahan Kertas Museum Kretek Gunakan Metode Enkapsulasi, Apa Itu?

“Sementara Cahya, diwakili melalui berbagai produk-produk yang dihasilkan dan banyak kegiatan sosial kami sebagai kontribusi terhadap publik, salah satunya upaya pelestarian Caping Kalo, melalui buku edukasi sejarah dan seni tari, yakni Tari Cahya Nojorono,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pengkajian koleksi tentang sejarah sejarah kretek akan berlanjut dengan koleksi hibah PT Djarum, PT Sukun, hingga tiga pabrikan kretek terdahulu (Pabrik Gunung Kedu, Pabrik Tebu dan Cengkeh, dan Pabrik Jambu Bol). (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER