BETANEWS.ID, KUDUS – Jalan kabupaten penghubung Desa Gondosari dan Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus rusak parah. Bahkan, jalan tersebut sering mengakibatkan kecelakaan hingga korban meninggal dunia.
Jalan yang juga menuju Desa Wisata Rahtawu tersebut mulai banyak lubang ketika memasuki Dukuh Beru, Desa Gondosari ke Utara hingga gerbang masuk Desa Menawan. Jalan berlubang itu jumlahnya sangat banyak.

Lubang-lubang jalan itu kurang lebih berdiameter antara 30 hingga 80 sentimeter. Sementara kedalaman lubang antara 5 hingga 10 sentimeter.
Baca juga: Perbaikan Jalan Pantura Kudus-Demak Ditarget Selesai Dua Bulan Lagi
Warga Dukuh Beru, Sabila, menyampaikan, jalan rusak sudah sejak setahun yang lalu. Menurutnya, kerusakan jalan sudah sangat parah, terutama di depan SD 4 Gondosari.
“Bagi kami, jalan rusak itu bisa dilihat dari seringnya orang celaka. Menurutku kerusakan jalan antara Desa Gondosari ke Menawan ini parah. Sebab, sudah banyak pengendara yang kecelakaan,” ujar Sabila, Selasa (4/6/2024).
Menurutnya, pengendara yang jatuh itu sudah tak terhitung. Sebab, jalan tersebut merupakan jalur utama dan ramai ketika jam-jam masuk sekolah dan kerja, maupun sebaliknya.
“Pengendara yang kecelakaan sudah tak terhitung mas. Belum lagi belanjaan yang jatuh atau handphone yang jatuh, itu juga sering terjadi,” bebernya.
Meski sudah rusak parah, dia mengaku tak pernah melihat ada upaya dari pemerintah untuk menambal jalan berlubang tersebut. Menurutnya, belum ada petugas yang mengukur untuk pembangunan jalan.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Arip Bowo. Menurutnya, jalan rusak itu pernah ditambal tapi rusak lagi dan hingga saat ini belum ada perbaikan lagi.
“Jalan rusak ini sering menyebabkan kecelakaan. Baru dua pekan lalu juga ada yang kecelakaan hingga meninggal dunia,” ujar warga Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari itu.
Baca juga: Perbaikan Jalan Kudus-Purwodadi Akan Dilaksanakan Awal Juli
Pria yang tiap hari jualan es tebu di tepi jalan yang rusak tersebut sering melihat pengendara jatuh. Ia juga mengaku, pernah melihat ada beberapa petugas menandai lubang-lubang jalan tersebut menggunakan cat putih.
“Biasanya kalau ditandai begitu, saya kira akan segera diperbaiki. Tapi sampai tandanya hilang, jalan yang rusak belum juga diperbaiki,” bebernya.
Arif berharap jalan segera diperbaiki agar jalan kembali mulus lagi dan tak ada pengendara yang kecelakaan.
“Panjang jalan rusak kurang lebih ada dua kilometer. Paling parah itu di Dukuh Beru, kemudian di Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari dan di dekat gapura Desa Menawan. Di situ juga sering terjadi kecelakaan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

