BETANEWS.ID, JEPARA – Dua pekan menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan hewan kurban khususnya kerbau di Jepara justru mengalami penurunan secara drastis. Menurut penjual, salah satu penyebabnya adalah adanya gagal panen di sejumlah wilayah seperti Demak, Jepara, dan Kudus.
Peternak Kerbau di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, Gufron (41) mengatakan, tahun lalu, sebulan menjelang Iduladha, kerbau miliknya bisa laku 40-45 ekor. Namun tahun ini, dua minggu menjelang Iduladha, baru terjual 22 ekor.
“Menurun tahun ini, sepi. Karena ekonomi Demak, Kudus, Jepara, kan, gagal panen semua. Kalau di Kerbau itu ada dampaknya di musim Lebaran Iduladha. Kalau musim panen ramai, nggak gagal panen biasanya yang beli banyak,” katanya saat ditemui di kandangnya, Selasa (4/6/2024).
Baca juga: Permintaan Hewan Kerbau di Pati Jelang Iduladha Melonjak Tajam
Menurut dia, turunnya penjualan juga berimbas pada turunnya harga kerbau. Jika tahun lalu satu ekor kerbau laku kisaran harga Rp25 juta, sekarang hanya mampu terjual antara Rp23-24 juta.
“Ya lebih murah dari tahun kemarin, biasanya kemarin Rp25 juta (per ekor), sekarang Rp23, 24 (juta) sudah dikasih, menurun banyak (harganya),” ujarnya.
Hal senada juga turut disampaikan peternak lain, Surip (72). Dari 11 kerbau yang ia miliki, baru satu kerbau yang sudah laku terjual. Sedangkan pada tahun lalu, menjelang Iduladha, kerbau milikya bisa laku terjual hingga lima ekor.
Baca juga: Jelang Iduladha, Ratusan Ternak di Kudus Diberi Vitamin dan Obat Cacing
Harga tawar kerbau saat ini menurutnya juga mengalami penurunan cukup drastis. Jika biasanya satu ekor kerbau dengan ukuran besar bisa terjual di kisaran harga Rp33-35 juta, saat ini hanya laku terjual dengan harga Rp30 juta.
“Turun (penjualan) tahun ini, sepi. Kalau petanine sepi, orang beli kerbau juga pasti ikut sepi. Ini aja dari 11 baru laku satu (ekor),” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

