31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Bendung Karet Dinilai Tak Bisa Atasi Banjir, Tapi Bisa Halau Air Payau ke Lahan Pertanian

BETANEWS.ID, PATI – Keberadaan bendung karet atau bendungan kembang kempis di Sungai Juwana tak bisa untuk mengatasi persoalan banjir yang menjadi persoalan yang rutin terjadi ketika musim hujan tiba.

Meski begitu, keberadaan bendung karet akan bisa memberikan manfaat bagi petani yang berada di kawasan aliran Sungai Juwana. Sebab, bendung karet tersebut akan menjadi media untuk menghalau air payau masuk ke lahan pertanian.

Baca Juga: Miliki Kandungan Asam Humat Tinggi, Pupuk Eceng Gondok Pas Diterapkan di Lahan Pertanian Rawan Banjir

-Advertisement-

Dengan begitu, petani nantinya akan bisa melakukan penanaman padi sesuai dengan musim tanam (MT).

”Bendung karet untuk menghalau air asin agar tidak masuk ke Sungai Juwana. Sehingga bisa melaksanakan MT 1 dan MT 3,” ujar Sungai, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Sunga Juwana (Jampisawan).

Ia mengaku bendungan ini sudah diusulkan keberadaannya sejak 15 tahun yang lalu. Lembaganya salah satu pihak yang mencanangkan bendungan tersebut.

Namun menurutnya, kondisi alam saat ini dengan 15 tahun yang lalu memiliki perbedaan. Sehingga perlu kajian lebih agar keberadaan bendungan karet tidak berdampak negatif kepada masyarakat. Khususnya masalah banjir.

”Berhubung baru terealisasi tahun ini, belum ada yang menganalis perubahan iklim. Awalnya, banjir dua kali dan sekarang sering terjadi banjir bahkan 10 kali sampai 15 kali,” ungkapnya.

Namun menurutnya, keberadaan bendung karet yang saat ini pengerjaannya sudah masuk tahap akhir, adalah kondisi dari Sungai Juwana tersebut.

Bila tidak ada perhatian serius dari masyarakat maupun pemangku kebijakan, pihaknya mengkhawatirkan, proses pendangkalan Sungai akan lebih cepat.

Apalagi katanya, nantinya kondisi air akan semakin tenang dibandingkan sebelum adanya bendung karet tersebut. Sebab, tanah yang terbawa air hujan akan lebih mudah mengendap.

Belum lagi katanya, sampah pertanian, sampah rumah tangga hingga sampah industri juga masuk ke Sungai Juwana. Belum lagi adanya eceng gondok, juga akan mempercepat pendangkalan sungai.

Terkait dengan sampah, ia pun berharap kepada masyarakat, agar memiliki kesadaran. Bahwa, sungai juga harus dirawat, karena sungai juga merupakan bagian dari kehidupan.

Untuk itu, menurutnya sangat penting adanya penekanan pendidikan kepada masyarakat. Sehingga, secara perlahan masyarakat punya kesadaran terkait dengan menjaga lingkungannya.

Sunhadi berharap, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk bisa menyosialisasikan pentingnya menjaga sungai. Pihaknya, mengaku siap untuk memfasilitasi terkait dengan sosialisasi tersebut.

“Jadi, jangan hanya sosialisasi ini sampai kepada pemangku jabatan di tingkat desa saja, namun juga bisa menyeluruh kepada lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: Waduh, PPDB SMA di Pati Diwarnai Temuan Belasan KK yang Terindikasi Palsu

Ia menyebut, sampah-sampan rumah tangga, seperti halnya pampers, kasur, cukup sering ditemukan di aliran Sungai Juwana.

“Orang-orang itu lebih praktis membuang sampah ke sungai. Saya khawatir, kalau ini ditangani secara serius akan mempercepat pendangkalan, apalagi ditambah dengan eceng gondok yang banyak sekali,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER