31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Soal Permintaan PKL Bisa Jualan Lagi di Alun-Alun Pati, Pemkab Terbentur Aturan

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terbentur Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, untuk merealisasikan permintaan pedagang kaki lima (PKL) yang ingin kembali berjualan di Alun-Alun Pati.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santoso, menjelaskan, dalam aturan tersebut, PKL dilarang berjualan di zona merah PKL yakni Alun-alun Pati dan Jalan Pangeran Sudirman. Sebelum adaya revisi aturan, Pemkab Pati tak bisa mengizinkan para PKL berjualan di sana.

”Untuk bisa kembali harus ada revisi Perda maupun Perbup,” ujarnya usai audiensi dengan para PKL di Ruang Rayung Wulan Setda Pati, Senin (27/5/2024).

-Advertisement-

Baca juga: PKL Berontak Karena Tak Dibolehkan Jualan di Alun-Alun Pati

Hadi mengatakan, secara pribadi, ia tidak mempermasalahkan PKL berjualan di jantung Kabupaten Pati tersebut. Namun, secara kedinasan, pihaknya mau tidak mau harus ikut melarang.

”Karena Perda tidak hanya berlaku bagu segelintir orang. Tapi semuanya, baik pemerintah sendiri maupun para pedagang,” ungkapnya.

Menurutnya, sebenarnya dalam praktiknya, Pemkab Pati tidak melarang sepenuhnya para PKL berjualan di Alun-Alun Pati. Saat acara car free day (CFD), mereka boleh menjajakan dagangan di sana.

Untuk itu, pihaknya berencana bakal menggencarkan pelaksanaan CFD. Dengan demikian, para PKL semakin banyak mempunyai kesempatan untuk berjualan di sana.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Kabupaten Pati Mulai Dilanda Kekeringan

”Minta kembali bisa berjualan di simpang lima. Keduanya mereka mengeluhkan sepinya Alun-alun Kembang Joyo Pati sekitar selama 2 tahun. Solusi kembali digelar CFD untuk sering-sering,” ucapnya.

Ia pun berharap, solusi ini sementara waktu bisa memuaskan para PKL, sembari pihaknya mencari solusi lainnya. Pihaknya juga berharap para PKL untuk mengeluhkan kondisinya kepada DPRD Kabupaten Pati, sehingga ada tekanan untuk merevisi Perda.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER