BETANEWS.ID, KUDUS – Kompetisi bola voli antar kecamatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kudus cukup menarik. Sebab, ada seorang kepala desa (Kades) yang ikut bermain di lapangan untuk mewakili kecamatannya.
Sosok Kades tersebut adalah Abdullah Assofi, yang merupakan Kades Wates. Terlihat Sofi memakai seragam sama halnya dengan pemain dari Desa Wates yang mewakili Kecamatan Undaan dalam turnamen itu.
Baca Juga: Masan Berusaha Borong Rekomendasi Parpol di Pilkada Kudus 2024
Meski saat di awal pertandingan pendahulu, dimana Desa Wates yang mewakili Kecamatan Undaan dipertemukan dengan Kecamatan Kota, ia belum dimainkan. Namun dengan hadirnya sosok Kades yang akan memperkuat timnya menjadi motivasi sendiri bagi pemain.
Saat ditemui, Sofi mengungkapkan alasan kenapa dirinya terjun memperkuat tim untuk mewakili Kecamatan Undaan tersebut. Menurutnya, itu sebagai penyemangat untuk pemain yang berlaga. Apalagi halnitu didukung langsung oleh kadesnya.
“Ya ini untuk menyemangati generasi muda khususnya, agar mereka lebih semangat bermain. Secara otomatis, generasi muda juga akan termotivasi dan lebih semangat lagi untuk berlatih,” katanya sembari menyemangati timnya, Jumat (10/5/2024).
Ia mengaku, akan bermain membela timnya dalam ‘Turnamen Piala Bergerak Untuk Kudus’ yang gelar di lapangan GOR Bung Karno Kudus. Iapun menargetkan bisa masuk semifinal, syukur-syukur bisa masuk final.
“Karena dalam turnamen ini boleh ngebon maksimal tiga pemain luar daerah, saat ini kami ngebon pemain dari Purwodadi dua orang dan satu orang dari Solo. Secara pertandingan saat mereka tampil memang bagus, semoga saja bisa membawa tim melaju ke babak selanjutnya,” tuturnya.
Baca Juga: Polling Pilkada Kudus 2024 (1)
Bidang Kompetisi Pengkab PBVSI Kudus, Arif Hidayat menambahkan, hadiah total dalam turnamen itu senilai Rp50 juta. Dimana juara pertama hingga juara empat, akan mendapatkan masing-masing, Rp 20 juta, Rp15 juta, Rp10 juta, dan Rp5 juta.
“Dalam pertandingan ini, bebas ngebon pemain masuk ke lapangan dengan jumlah total tiga pemain. Boleh dari atlet tingkat Provinsi, Nasional, bahkan tingkat Internasional. Terpenting, maksimal tiga orang yang turun ke lapangan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

