Penjual Gulali Legendaris di Kudus, Dulu Harganya Rp500 Kini Sudah Rp10.000

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sepanjang jalan Gor Kudus, tampak berjejer banyak penjual jajanan serta mainan. Tak hanya makanan kekinian, bahkan makanan zaman dulu seperti gulali juga ikut eksis di sana. Penjual gulali tersebut adalah Saroji (53), yang sudah menjual makanan dengan rasa manis itu sejak 20 tahun lalu.

Saking lamanya berjualan, Saroji menyebut saat pertama kali jualan itu harganya masih Rp500. Desangkan saat ini ia sudah menjualnya dengan harga Rp10 ribu.

“Dulu memang gulali murah banget karena harga gula juga murah. Tapi dari tahun ke tahun harga gula naik terus, jadi gulali saya juga otomatis ikut naik,” ungkapnya saat ditemui, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Murah Meriah, Pukis Jualan Rizki di Dekat GOR Kudus Ini Selalu Cepat Habis

Seiring kenaikan harga, selama 20 tahun berjualan dirinya juga melakukan inovasi pada bentuk. Menurutnya, hal itu agar para pembeli tidak bosan dan penasaran dengan model lain.

“Di samping itu, bentuk-bentuknya yang semakin banyak permintaan membuat saya kewalahan dan kadang juga perlu berlatih. Nah itu juga yang membuat harganya naik,” bebernya.

Ia mengaku, menjual gulali juga butuh ketekunan, terutama untuk membuat macam-macam bentuk. Kini Saroji bisa membuat bermacam-macam bentuk, di antaranya bunga, dot, ikan, kuda, hingga balon.

“Biar bisa buat bentuk-bentuk seperti ini, ya, latihan. Saya butuh waktu tiga bulan untuk latihan membuat gulali hingga mendapat hasil yang baik,” ucap pria asli Semarang itu.

Ia menambahkan, dengan menjual beraneka macam bentuk gulali, penjualannya terbilang stabil. Uang hasil penjualan itu biasanya digunakan untuk berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Pukis Kota Baru Idola Warga Kudus, Teksturnya Halus, Ukurannya Besar

“Kurang lebih sudah tiga tahun saya sakit komplikasi, dari jantung, kolesterol, hingga asam urat. Jadi setiap bulan saya rutin melakukan kontrol di rumah sakit Semarang” katanya.

Meski begitu, Saroji mengaku bersyukur karena masih bisa berjualan dan membiayai pendidikan anaknya yang saat ini masih kuliah.

Penulis: Zuhaira Millatina, Mahasiswa Magang Unisnu

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER