BETANEWS.ID, KUDUS – Para pembeli tampak datang silih berganti ke sebuah outlet yang berada di depan Pabrik Mulyatek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Outlet yang menjual berbagai macam jajanan kekinian itu mengundang penasaran banyak orang karena menyediakan kudapan yang lagi viral.
Pemilik outlet, Hajar Malaghawa, mengatakan, usaha makanan yang ia rintis sejak November 2023 itu sudah punya banyak peminat, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dengan menyediakan beberapa makanan kekinian, ia sanggup menjual hingga ratusan porsi setiap harinya.
“Untuk outlet ini kami menyediakan tiga varian makanan yaitu, aci tulang (citul), gohyong, dan cireng ayam. Dari ketiga makanan ini yang paling laris adalah citul. Sebanyak 70 porsi terjual setiap hari,” bebernya, Rabu (24/4/2024).
Baca juga: Bermodal Coba-Coba, Agus Temukan Resep Es Cokelat yang Memikat Anak-Anak
Ia menjelaskan, citul merupakan makanan aci seperti pada umumnya dengan tambahan suwiran ayam dan tulang yang dibentuk seperti paha ayam. Menurut dia, rasanya seperti aci pada umumnya.
Untuk harga, Hajar membanderolnya bervariasi. Untuk citul Rp10 ribu dapat tiga biji, gohyong Rp15 ribu per porsi, dan cireng ayam Rp5 ribu isi dua.
Ia menyebut, usaha kuliner tersebut merupakan peralihan usaha minuman yang lebih dulu ia geluti. Menjamurnya usaha minuman pada waktu itu membuat ia berpikir keras untuk mencoba merintis usaha makanan. Beberapa produk tersebut ia produksi sendiri, sehingga mendapatkan keuntungan yang lumayan.
Baca juga: Pemburu Gohyong Wajib Merapat di Getas Pejaten Kudus, di Sini Pakai Kulit Tahu
“Margin keuntungan usaha minuman tidak seberapa. Keduanya karena minuman semakin menjamur dan semakin banyak. Alhamdulillah pertama mencoba usaha makanan dapat diterima dan menurut saya keuntungan lebih banyak,” tutur pria berusia 32 tahun tersebut.
Selain buka outlet, warga Desa Garung Lor RT 2 RW 3, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tersebut juga buka saat Car Free Day (CFD). Pendapatan di CFD menurutnya dua kali lipat ketimbang outlet.
Editor: Ahmad Muhlisin

