31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Mengunjungi Vihara Termegah Pati di Lereng Pegunungan Muria

BETANEWS.ID, PATI – Sebuah bangunan tempat ibadah umat Budha atau yang disebut vihara tampak berdiri megah di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Bangunan yang berada di pedesaan ini, memiliki panorama alam yang indah dengan latar belakang persawahan di kawasan lereng Pegunungan Muria.

Baca Juga: Masuki Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Lebih Berhati-hati Bakar Lahan

-Advertisement-

Bukan hanya itu, ketika pagi hari, dari tempat tersebut juga bisa melihat indahnya matahari terbit dan lautan di bagian timur. Begitu pula, ketika sore hari, keindahan temaram matahari terbenam juga bisa disaksikan dari lokasi tersebut.

Adalah Vihara Saddhagiri. Tempat ibadah umat Budha yang diresmikan tahun 2013 lalu ini menjadi ikon di Desa Jrahi.

Masuk ke dalam bangunan tempat ibadah itu, juga terlihat bersih dan terawat. Di sana terdapat relief sejarah Budha dari sebelum lahir sampai mencapai parinbbana. 

Tidak jarang warga yang menjadikan vihara sebagai spot foto. Terutama dari depan vihara yang menunjukan suasana vihara yang berada di tengah pedesaan. 

Ngaripin, Pengurus Vihara Saddhagiri mengatakan, mulanya tempat ibadah umat Budha di Desa Jrahi itu, bangunannya cukup sederhana. Ukurannya hanya sekitar 6X9 meter persegi.

“Dulu namanya Budha Meta, ukurannya 6X9 meter. Kemudian pada akhir tahun 2009, kita umat Budha, bersama-sama berencana untuk membangun tempat ibadah yang lebih layak,” ujar Ngaripin.

Selanjutnya, ia dan umat Budha lainnya melakukan tukar guling dengan warga bernama Surani. Yakni lokasi vihara yang dahulu berada di bawah dipegang Surani, kemudian untuk lokasi vihara yang ditempati saat ini, pihaknya menambah Rp25 juta.

Kemudian pada 2017, pihaknya juga menambah perluasan lahan di sebelah barat, yang katanya tanahnya dibeli seharga Rp80 juta.

Sedangkan untuk proses pembangunan Vihara Saddhagiri, katanya memakan waktu selama 2,5 tahun. Vihara itu baru diresmikan pada pertengahan tahun 2013 oleh Bupati Pati Haryanto. 

Baca Juga: Bawaslu Pati Perpanjang Masa Pendaftaran PKD untuk 163 Desa

Ia menyebut, karena bangunannya terbilang megah dan memiliki panorama yang indah, tempat tersebut cukup sering menjadi spot foto warga atau wisatawan.

“Biasanya kalau foto-foto di luar. Kalau mau masuk ke dalam harus izin terlebih dulu. Karena dikhawatirkan terjadi kerusakan kalau nggak ada izin, ” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER