31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Desa Tegalsambi Jepara Siapkan 400 Obor untuk Tradisi Perang Obor Senin Depan

BETANEWS.ID, JEPARA – Tangan renta Karnawi (75), bersama dua rekannya tampak telaten memasang tali bambu di pelepah blarak (daun kelapa kering) untuk nantinya diberikan klaras (daun kelapa kering). Perpaduan bahan itu kemudian diikat menyerupai bentuk kepangan rambut menjadi sebuah obor.

Obor buatan mereka nantinya akan digunakan pada tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Senin (20/5/2024) mendatang.

Kepala Desa Tegalsambi, Agus Santoso, mengatakan, proses pembuatan obor sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Dalam sehari, warga mampu membuat sekitar 30-50 obor.

-Advertisement-

Baca juga: Diyakini Bawa Berkah, Warga Berebut Gunungan Sedekah Bumi Mojosemi Pati

“Terdapat kurang lebih 400 obor yang kita siapkan. Obor tersebut nanti akan dimainkan oleh 40 orang,” katanya di Balaidesa Tegalsambi, Rabu (15/5/2024).

Lebih lanjut ia mengatakan, pelaksanaan sedakah bumi dan tradisi perang obor sebelumnya sudah dimulai sejak 15 April 2024, berupa kegiatan barikan di makam sesepuh dan leluhur Desa Tegalsambi.

Terdapat sepuluh makam yang diziarahi yaitu Mbah Tegal, Mbah Gemblong, Syaikh Rofi’i, Mbah Sudimoro, Kiai Babatan, Mbah Surgi Manis, Mbah Tunggul Wulung, Mbah Singkil, Mbah Datuk Sulaiman, dan Mbah Towi Kromo.

Pelaksanaan tradisi perang obor pada tahun ini juga sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu akan ada penampilan tari perang obor. Tarian tersebut menurutnya juga baru pertama kali ditampilkan kepada masyarakat. Tarian tersebut jika nanti disetujui oleh Pj Bupati Jepara, juga akan diajarkan kepada murid-murid di setiap sekolah.

“Dari tahun ke tahun, praacara sebelum perang obor ada karnaval dan bazar UMKM setiap dua tahun sekali. Kalau di tahun ini nanti akan ada pengenalan tarian perang obor,” ujarnya.

Baca juga: Kirab Pengantin Tebu Tandai Masa Giling PG Rendeng, Target Mampu Produksi 20 Ribu Ton Gula

Selain membuat obor, dari perangkat desa juga sedang mempersiapkan ancak atau tempat untuk menaruh sesaji.

Kamituwo Desa Tegalsambi, Slamet Riyadi, mengatakan, sesaji tersebut nantinya akan ditempatkan di sembilan titik berbeda. Dua sesaji akan ditempatkan di rumah kepala desa dan tujuh lainnya ditempatkan di Balaidesa.

Sedangkan isi dari sesaji tersebut di antaranya yaitu, pisang setangkep, kelapa muda, lendir, bumbu palawija, bubur merah dan putih, dan air di dalam kendi.

“Sesaji tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kita sebagai generasi penerus hanya meneruskan tradisi yang sebelumnya sudah dilakukan,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER