BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah mobil pikap berisikan buah duku tampak terparkir di tepi jalan Kudus-Colo, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Lapak itu rupanya banyak menyita perhatian warga yang lewat dan mampir untuk membeli.
Cukup banyaknya orang yang mampir membuat sang penjual, Miran, tampak sibuk melayani. Ia kadang ikut memilihkan buah duku yang terlihat segar itu untuk ditimbang.
Miran mengaku sudah lama berdagang buah musiman. Bermodalkan mobil pikap, dirinya berjualan keliling ke beberapa daerah, hingga Jawa Timur.
Baca juga: Murah Meriah, Pukis Jualan Rizki di Dekat GOR Kudus Ini Selalu Cepat Habis
“Yang saya bawa ini bukan dari Palembang asli tapi rasanya juga nggak kalah manis. Ini asalnya dari Purbalingga,” ujarnya, Rabu (01/05/2024).
Menurutnya, kalau dari Palembang lama di perjalanan jadi buahnya sudah tidak segar-segar dan warnanya sudah menggelap. Sedangkan yang ia jual itu baru dipetik dari petani terus dijual, sehingga barangnya lebih segar.
“Harus sehari habis jualnya, soalnya kalau nggak gitu produknya nanti jelek warnanya mulai gelap. Ya meskipun kalau didiamkan dulu malah rasanya lebih manis dan enak,” beber Miran.
Baca juga: Rainbow Donuts Bisa Jual Ratusan Biji Sehari, Omzet Sebulan Capai Rp18 Juta
Miran menjual duku dengan harga Rp18 ribu per kilogram untuk ukuran besar dan Rp15 ribu untuk ukuran kecil. Biasanya Miran membawa sekitar satu hingga satu setengah kuintal buah duku. Kalau harga Rp8 ribu itu buat setengah kilogram.
“Biasanya ramai pembeli itu kalau setiap hari Jumat sampai Minggu, pas sore gitu ramai bertepatan sama jam pulangnya karyawan pabrik. Kalau penjualan rata sih di daerah mana saja,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

