31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Bawaslu Pati Dituding Tak Profesional dan Tak Netral dalam Rekrut Anggota Panwascam

BETANEWSNEWS.ID, PATI – Proses seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk jalur existing telah diumumkan beberapa hari lalu. Dalam seleksi tersebut, sebanyak 27 orang dinyatakan lolos sebagai anggota Panwascam.

Diketahui, 27 orang tersebut merupakan anggota maupun ketua Panwascam yang bertugas pada Pemilu 2024. Proses seleksi mereka, dilakukan berdasarkan penilaian evaluasi hasil kinerja.

Namun, usai hasil rekrutmen diumumkan, muncul protes dari sejumlah pihak, terutama mereka yang “terbuang” dari jajaran Panwascam pada Pilkada 2024 ini.

-Advertisement-

Baca juga: 36 Kursi Panwascam di Pati Diperebutkan

Sejumlah mantan anggota Panwascam yang tergabung dalam Jaringan Peduli Demokrasi Pati menuding ada indikasi ketidakprofesionalan dan ketidaknetralan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pati dalam seleksi tersebut.

“Di situ, ada kekurangprofesionalitasan Bawaslu dalam merekrut atau mempertahankan nama-nama yang tanggal 2 kemarin sudah dipublikasikan,” ujar Koordinator Jaringan Peduli Demokrasi Pati, Mohammad Saiful Huda di Kantor PWI Pati, Rabu (8/5/2025).

Ia menyebut, dari rujukan petunjuk teknis (juknis), ada banyak kejanggalan dan menjadi pertanyaan bagi anggota Panwascam yang tidak terekrut kembali.

“Kenapa kita, temen-temen yang sudah melalui proses dan layak dipertahankan malah terbuang. Sedangkan orang-orang yang terindikasi tidak layak dipertahankan sesuai dengan tataran juknis itu, masih dipertahankan?” tanyanya.

Kemudian, terkait dengan netralitas dalam proses existing, katanya, terindikasi nama-nama anggota Panwascam yang masih bertahan, oleh oknum pimpinan Bawaslu dipertahankan dengan pendekatan kelompok atau warna tertentu.

Baca juga: KPU Pati Akan Lebih Selektif Rekrut PPK maupun PPS untuk Ibu Hamil

Bawaslu disebut tidak mengedepankan objektivitas atas penilaian yang ada, atau kinerja mereka yang kali ini tidak lolos, sebagai Panwascam selama ini.

“Indikasi yang paling kelihatan, di Kecamatan Margoyoso, ada anggota, di tengah perjalanan yakni sekitar bulan 10 atau 11 lalu, waktu itu yang bersangkutan dalam posisi hamil. Yang mana HPL-nya di bulan 2, itu ternyata bulan 2 jelang Pemilu melahirkan. Dan selama proses kehadiran tidak maksimal, akan tetapi itu masih dipertahankan,” ungkapnya.

Sedangkan Panwascam yang sejak awal mengawal dan tidak pernah ada persoalan dalam Panwascam, karena menurutnya tidak pernah dipanggil Bawaslu kabupaten untuk dibina, justru dibuang.

“Di kecamatan lain, yaitu Tambakromo. Yang menurut pandangan kami secara penilaian memenuhi persyaratan, itu dibuang. Jadi di sini kan ada pertanyaan, landasan untuk membuang dan mempertahankan panwascam ini apa,” ucapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER