BETANEWS.ID, KUDUS – Sukun League U-23 dan U-17 menjadi kompetisi sepak bola junior yang mempertemukan kesebelasan antar desa di Kudus. Namun, menurut Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, liga ini punya dua sisi, yaitu bisa menarik animo masyarakat, tapi juga rawan kericuhan.
Maka dari itu, Hasan berpesan kepada Kepala Desa (Kades) tuan rumah Sukun League untuk benar-benar mampu menjaga ketertiban.
“Jika kita sudah berkeinginan punya kompetisi yang baik, dengan manajemen yang bagus pula, tentu kita butuh kesadaran masyarakat, agar bisa tertib ketika menonton setiap pertandingan Sukun League,” ujar Hasan usia pembukaan Sukun League di Lapangan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Jumat (17/5/2024).
Baca juga: Pj Bupati Kudus Soal Sukun League: ‘Semoga Kompetisi Ini Memunculkan Bibit Terbaik’
Hasan juga mengintruksikan semua elemen mulai dari Kades, perangkat desa, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), Babinsa, Bhabimkamtibmas, atau siapapun yang bertanggung jawab terkait keamanan untuk bertugas secara maksimal agar tak terjadi kericuhan.
“Jadi, mari sama-sama menjaga ketertiban. Ya, sekiranya ada oknum yang bikin kericuhan, bisa ditindak tegas,” tegas Hasan.
Hasan berharap, kompetisi sepak bola Sukun League ini sukses, berjalan tertib, aman dan damai. Ia juga mengimbau kepada seluruh tim yang berlaga untuk mengutamakan fair play.
“Semoga kompetisi sepak bola Sukun League ini sukses dan berjalan lancar. Dan, semoga dari kompetisi ini akan muncul bibit-bibit pemain sepak bola berprestasi di Kudus,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

